KabarBaik.co, Jombang – Ratusan siswa SDI Sabilul Muttaqin, Dusun Banjaranyar, Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan, Jombang, mengikuti safari Ramadan yang digelar Pengurus Anak Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) bersama Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Peterongan.
Kegiatan tersebut berisi edukasi tentang etika bermedia sosial bagi para pelajar. Program ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang telah dimulai sejak 25 Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga menjelang libur sekolah pada pertengahan Maret.
Safari Ramadan ini melibatkan sejumlah lembaga serta badan otonom Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Peterongan. Sekretaris LDNU PAC Peterongan, M. Nuhin, mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi kekhawatiran pengurus terhadap penggunaan gawai yang semakin intens di kalangan anak-anak dan remaja.
Menurut dia, perkembangan teknologi membuat banyak anak mulai bergantung pada gadget sehingga perlu diimbangi dengan pemahaman yang tepat. “Anak-anak sekarang sangat dekat dengan gadget. Karena itu perlu dibekali pemahaman agar mereka bisa memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujar Nuhin, Senin (9/3).
Dalam kegiatan tersebut, para pemateri menyampaikan berbagai materi edukatif, mulai dari adab menggunakan media sosial, cara mengenali dan menghindari informasi hoaks, hingga pengenalan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama.
“Kami juga mengajak siswa mengenal sejarah tokoh-tokoh NU, termasuk melalui media sosial agar mereka bisa memanfaatkan teknologi untuk hal yang positif,” kata dia.
Nuhin menambahkan, Safari Ramadan rencananya akan terus digelar di sejumlah sekolah lain di wilayah Kecamatan Peterongan selama bulan Ramadan. Ia berharap kegiatan serupa juga bisa dilakukan oleh pengurus LDNU di daerah lain agar edukasi etika penggunaan media sosial bagi generasi muda semakin luas.
Ketua LDNU PAC Peterongan, M. Mujib Utsmani, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi berbagai elemen organisasi NU di Kecamatan Peterongan.
Menurut dia, kerja sama tersebut penting agar gagasan dan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para siswa. “Kami tidak bisa bekerja sendirian. Perlu kolaborasi berbagai pihak agar ide dan gagasan ini bisa disampaikan dengan baik kepada para peserta didik,” ujar Mujib.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal kepada siswa agar lebih bijak dan beretika saat berinteraksi di dunia digital. “Anak-anak harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi tetap diarahkan pada hal-hal yang positif. Kami ingin media sosial bisa menjadi sarana dakwah yang baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDI Sabilul Muttaqin, Anik Khudhoifah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, pemahaman tentang dunia digital sangat penting bagi siswa, namun harus dibarengi dengan pendidikan karakter. “Kegiatan ini membantu siswa memahami risiko penggunaan media sosial sekaligus menanamkan nilai sopan santun dalam pergaulan,” ujar Anik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang mendapatkan manfaat. “Harapannya anak-anak mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi tetap menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif,” tandas Anik. (*)






