Wakili Indonesia, Bandung BJB Langsung Tersingkir di AVC 2026 Usai Ditekuk Tim Thailand

oleh -110 Dilihat
BJB Bangkok

KabarBaik.co, Bangkok — Harapan Bandung BJB Tandamata untuk melangkah jauh di AVC Women’s Champions League 2026 harus terhenti lebih cepat. Menghadapi tim kuat Thailand, Supreme Chonburi, wakil Indonesia itu takluk dalam tiga set langsung dengan skor 25-22, 25-20, dan 25-22, pada laga yang digelar Senin (27/4) malam di Bangkok.

Kekalahan ini terasa agak pahit. Sebab, sebetulnya Bandung BJB sempat membuka harapan di set pertama. Tim asuhan Eko Waluyo bahkan mampu unggul hingga empat poin di awal permainan. Sayangnya, ketenangan dan pengalaman Supreme Chonburi perlahan mengambil alih jalannya laga. Tim tuan rumah mampu mengejar ketertinggalan dan membalikkan tekanan hingga menutup set pertama dengan kemenangan.

Tak bisa dimungkiri, kekuatan Supreme Chonburi juga ditopang oleh kualitas individu para pemainnya. Sebagian besar skuad mereka merupakan pemain inti tim nasional (Timnas) Thailand, yang sudah terbiasa tampil di level internasional. Hal ini terlihat dari ketenangan dalam membaca permainan, variasi serangan, hingga efektivitas dalam memanfaatkan celah pertahanan lawan.

Tiga nama senior menjadi tulang punggung tim Supreme, yakni Pleumjit Thinkaow yang kini berusia sekitar 40 tahun, Malika Kanthong (sekitar 37 tahun), serta Watchareeya Nuanjam (sekitar 35 tahun). Meski tidak lagi muda, pengalaman panjang mereka di berbagai kejuaraan dunia membuat permainan Supreme tetap stabil dan sulit ditembus.

Memasuki set kedua dan ketiga, dominasi wakil Thailand semakin terlihat. Pola permainan cepat yang mereka tampilkan, terutama melalui serangan quick di depan net, beberapa kali gagal diantisipasi oleh lini pertahanan Bandung BJB. Blok yang kurang rapat serta transisi bertahan ke menyerang yang belum optimal membuat BJB kesulitan keluar dari tekanan.

Meski demikian, performa tiga pemain asing Bandung BJB yakni Giulia Angelina, Weronika Szlagowska, dan Zarina Vositova patut mendapat apresiasi. Ketiganya tampil cukup konsisten dalam mendulang poin dan menjadi tumpuan serangan tim. Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menandingi permainan kolektif Supreme Chonburi yang tampil lebih impresif secara mental maupun strategi.

Kehadiran Yolla Yuliana yang turut memperkuat BJB di turnamen ini cukup mewarnai. Beberapa kali servis yang dilakukan pemain Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026 itu merepotkan. Namun, tetap saja belum mampu mengangkat tim keluar dari tekanan. Selain itu, beberapa kali servis error dilakukan skuad BJB di momen krusial.

Hasil ini memastikan langkah Bandung BJB terhenti di turnamen, mengingat AVC Women’s Champions League 2026 menerapkan sistem gugur (kncok out) pada fase yang diikuti tim asal Indonesia. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjuangan BJB yang tampil dengan skuad kombinasi pemain lokal, pinjaman, dan asing di level kompetisi Asia.

Meski tersingkir lebih awal, partisipasi Bandung BJB tetap layak mendapat apresiasi tinggi. Laga ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para pemain Indonesia untuk merasakan atmosfer persaingan klub terbaik di Asia. Evaluasi menyeluruh, terutama dari sisi mental bertanding dan kesiapan menghadapi permainan cepat, menjadi salah satu pekerjaan rumah penting jika ingin bersaing lebih jauh di masa mendatang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.