KabarBaik.co, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat diminta bergerak cepat dan memperkuat komitmen lintas sektor dalam menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) Tahun 2026.
Penegasan itu disampaikan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat menerima audiensi Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram Yogi Abaso Mataram beserta jajarannya di Ruang Rapat Bupati Lombok Barat, Selasa (26/5).
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa penilaian KKPA bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian penting dalam memastikan keamanan pangan masyarakat. Karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah diminta serius menyiapkan seluruh data dukung dan memperkuat koordinasi lintas instansi.
“Penilaian KKPA membutuhkan perhatian dan komitmen bersama. Semua OPD terkait harus segera menyiapkan data dukung yang dibutuhkan serta memaksimalkan potensi dan inovasi yang dimiliki daerah,” tegasnya.
Audiensi tersebut dihadiri sejumlah OPD terkait, di antaranya Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, hingga Dinas Koperasi dan UMKM.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram Yogi Abaso memaparkan berbagai aspek penilaian KKPA Tahun 2026, mulai dari tujuan program, tahapan pelaksanaan, kebutuhan data dukung dari masing-masing OPD, hingga hasil evaluasi sementara Kabupaten Lombok Barat.
Program KKPA sendiri merupakan bagian dari upaya nasional dalam memperkuat sistem keamanan pangan daerah agar pangan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan layak konsumsi.
Kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Kepala BPOM Taruna Ikrar yang menegaskan pentingnya konsistensi seluruh pihak dalam menjaga standar keamanan pangan.
Pemkab Lombok Barat bersama BBPOM di Mataram berharap sinergi lintas sektor dapat mempercepat pemenuhan dokumen pendukung sekaligus meningkatkan kesiapan daerah menuju Kabupaten Pangan Aman 2026.(*)






