Dua Ruang Kelas SMAN 7 Mataram Ambruk, Lima Siswa Jadi Korban

oleh -101 Dilihat
Gedung SMAN 7 Mataram yang roboh dipasangi garis polisi.
Gedung SMAN 7 Mataram yang roboh dipasangi garis polisi.

KabarBaik.co, Mataram – Dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram dilaporkan ambruk pada Selasa (19/5). Lima siswa dikabarkan mengalami luka-luka.

Juru Bicara Pemprov NTB sekaligus Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Khalik mengatakan, bangunan yang ambruk terdiri dari dua ruang kelas belajar di lingkungan sekolah tersebut.

Berdasarkan laporan sementara dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB yang turun langsung ke lokasi bersama Kepala Dinas PUPRPKP NTB dan anggota Komisi V DPRD NTB, terdapat lima siswa yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Seluruh korban mengalami luka ringan dan lecet. Empat siswa sudah kembali ke rumah, sementara satu siswa masih menjalani observasi di rumah sakit untuk penanganan trauma,” katanya.

Peristiwa itu terjadi saat jam istirahat sekolah berlangsung. Kondisi tersebut dinilai mengurangi potensi jatuhnya korban lebih banyak karena sebagian besar siswa berada di luar kelas ketika bangunan roboh.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap sehingga memicu bangunan ambruk. Bangunan diketahui menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton.

Saat ini, tim teknis dari Dinas PUPRPKP NTB masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti robohnya bangunan sekaligus mengevaluasi kondisi bangunan lain di lingkungan sekolah.

“Kadis PUPRPKP NTB bersama tim teknis saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ahsanul Khalik.

Pemprov NTB juga mengungkap fakta bahwa bangunan yang roboh merupakan bangunan lama yang dibangun pada tahun 2006 melalui sumbangan komite sekolah. Bangunan tersebut sebenarnya masuk dalam daftar ruang kelas yang direncanakan direhabilitasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024.

Namun hingga kini, sebagian pembangunan ruang kelas baru di SMAN 7 Mataram belum dapat dimanfaatkan karena masih dalam proses penanganan hukum.

“Seluruh anggaran program diketahui telah dibayarkan, tetapi pembangunan ruang kelas belum terselesaikan sepenuhnya. Jika pembangunan berjalan sesuai perencanaan, para siswa seharusnya sudah bisa menggunakan ruang kelas baru yang lebih aman dan layak,” tandasnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal disebut telah menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk memprioritaskan penanganan para siswa terdampak, termasuk memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemerintah Provinsi NTB.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.