KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umat. Peran tersebut dinilai krusial dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pelayanan sosial di daerah.
Penegasan itu disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat menghadiri peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah yang dikemas dalam Tabligh Akbar di GOR Gajah Mada, Mojosari, Minggu (11/1) pagi.
Kegiatan bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” itu diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mojokerto dan dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq, jajaran pimpinan Muhammadiyah, serta organisasi otonom seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menilai Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai organisasi dakwah, tetapi juga menjadi motor penggerak kemajuan melalui jaringan pendidikan dan amal usaha yang tersebar hingga tingkat daerah.
“Tema Milad ke-113 Muhammadiyah, *Memajukan Kesejahteraan Bangsa*, menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam membangun peradaban melalui pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, serta aktivitas sosial kemasyarakatan,” ujar Gus Barra.
Ia menambahkan, keberadaan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan lembaga sosial Muhammadiyah telah memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mojokerto.
“Kontribusi Muhammadiyah nyata dirasakan masyarakat. Tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, termasuk pemberdayaan umat dan penanganan bencana,” katanya.
Gus Barra menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara Pemkab Mojokerto dan PDM Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat yang maju, religius, dan sejahtera.
“Kami berharap kemitraan ini semakin kokoh. Bersama-sama kita memajukan kesejahteraan bangsa, baik lahir maupun batin, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam berkemajuan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq menyebut amal usaha Muhammadiyah sebagai pilar penting dalam pembangunan pendidikan nasional dan kesejahteraan bangsa.
“Selama 113 tahun, Muhammadiyah telah membuktikan diri sebagai gerakan Islam berkemajuan yang menghadirkan solusi nyata bagi bangsa. Ribuan sekolah, madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Fajar.
Menurut Fajar, orientasi Muhammadiyah sejak awal adalah membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yang dimulai oleh pendirinya KH Ahmad Dahlan melalui penguatan pendidikan.
“Inilah DNA Muhammadiyah, membantu negara mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menempatkan Muhammadiyah sebagai mitra strategis pemerintah dalam agenda transformasi pendidikan nasional yang berorientasi pada peningkatan mutu, pemerataan, dan penguatan karakter.
“Negara tidak bisa bekerja sendiri. Pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Muhammadiyah menjadi contoh bagaimana pendidikan dijalankan secara berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada nilai kebangsaan. Ini modal penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(*)






