Kawasan Industri Baru BIP Gresik Diproyeksikan Serap Ribuan Tenaga Kerja

oleh -493 Dilihat
Proses perataan lahan Bungah Industrial Park (BIP) Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Pembangunan kawasan industri baru Bungah Industrial Park (BIP) di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja. Sempat terhenti akibat polemik dengan warga, proyek besar itu kini berlanjut setelah proses mediasi rampung.

Kawasan industri yang dikembangkan PT Bungah Industrial Park itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 346 hektare yang mencakup wilayah Desa Bungah, Masangan, dan Melirang. BIP dirancang sebagai kawasan industri berbasis otomotif, khususnya untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, serta sektor mineral dan kimia.

Project Manager BIP Antonius Teguh Wisnu mengatakan, kehadiran kawasan industri baru ini diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

“Perkiraan kami, jika kawasan ini sudah beroperasi akan membuka ribuan lapangan kerja. Warga terdampak dan masyarakat Kecamatan Bungah akan kami prioritaskan dalam penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Teguh, Senin (12/1).

Meski membawa peluang ekonomi, pembangunan BIP sempat diwarnai polemik lahan di Desa Melirang. Sebanyak 17 warga mengklaim memiliki 20 petak tanah yang masuk dalam area proyek dan menyebut tidak pernah menjual lahan tersebut.

Kepala Desa Melirang M Muwaffaq mengatakan, sebagian warga hanya memiliki bukti berupa fotokopi petok D. “Tapi hanya fotokopi, aslinya saya tidak tahu,” katanya. Di Desa Melirang, lahan BIP membentang seluas 116 hektare di Dusun Pereng Kulon dan Pereng Wetan.

Persoalan lahan itu sempat bergulir ke ranah hukum hingga dilakukan pengukuran ulang bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada awal Desember 2025. Hasilnya, 20 petak lahan yang diklaim warga dinyatakan masuk dalam sertifikat induk milik BIP.

Meski memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sah, perusahaan tetap menempuh jalur mediasi dan memberikan uang pengganti atau tali asih kepada warga terdampak dengan nominal Rp 40 juta hingga Rp 100 juta, tergantung luas lahan yang diklaim.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, perusahaan juga merespons laporan kerusakan rumah warga akibat aktivitas blasting atau peledakan untuk perataan lahan pada awal Desember 2025. Sebanyak 21 rumah dilaporkan mengalami retak pada dinding.

“Senin kami langsung turun ke lapangan untuk pendataan dan perbaikan. Semua yang dilaporkan sudah kami tangani,” kata Teguh.

Setelah proses mediasi rampung, pembangunan kawasan industri Bungah kembali berjalan. Ke depan, BIP juga membuka peluang penambahan luas kawasan industri, meski belum merinci perusahaan apa saja yang akan masuk.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.