Produk Ilegal Semakin Marak di Era Digital, Begini Cara BBPOM Mataram Menanggulanginya

oleh -170 Dilihat
IMG 20260610 WA0039 1
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram, Yogi Abaso Mataram, saat memberikan materi kepada peserta, Rabu (10/6). (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram, Yogi Abaso Mataram, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perdagangan digital.

Peringatan tersebut disampaikan Yogi saat membuka Bimbingan Teknis Agen GAS-PAMAN Tahun 2026 bertema “Bersama Mengedukasi, Bersama Melindungi Keluarga dari Risiko Obat dan Makanan yang Tidak Memenuhi Ketentuan” di Aula BBPOM di Mataram, Rabu (10/6).

Menurut Yogi, kemajuan teknologi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai produk secara daring. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang semakin luasnya peredaran produk ilegal dan berbahaya yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

“Perkembangan teknologi dan perdagangan digital memberikan kemudahan akses terhadap produk, namun juga meningkatkan risiko beredarnya produk yang tidak memenuhi ketentuan, seperti produk tanpa izin edar, produk palsu, kosmetik mengandung bahan berbahaya, serta pangan yang tidak aman,” ujar Yogi.

Ia menegaskan, pengawasan terhadap obat dan makanan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar terkait keamanan produk yang digunakan dan dikonsumsi sehari-hari.

Karena itu, BBPOM di Mataram terus memperkuat edukasi masyarakat melalui program GAS-PAMAN (Keluarga Sadar Pangan dan Obat Aman). Program yang sebelumnya memanfaatkan pedagang sayur keliling sebagai media penyebaran informasi tersebut kini dikembangkan dengan melibatkan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB/PKB) serta mahasiswa Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).

Yogi berharap para agen yang telah mendapatkan pembekalan dapat menjadi ujung tombak edukasi di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap Agen GAS-PAMAN, baik Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana maupun adik-adik mahasiswa PKPA UMMAT Mataram, dapat menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam memberikan edukasi, komunikasi, dan informasi terkait obat dan makanan kepada masyarakat sehingga keluarga semakin cerdas dan terlindungi dari risiko produk yang tidak memenuhi ketentuan,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Barat, PLKB/PKB dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, serta mahasiswa PKPA UMMAT Mataram.

Selama bimbingan teknis, peserta mendapatkan berbagai materi terkait keamanan pangan, penggunaan obat yang benar dan rasional, pentingnya memeriksa label dan izin edar, kewaspadaan terhadap kosmetik mengandung bahan berbahaya, hingga teknik komunikasi yang efektif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

Melalui penguatan peran Agen GAS-PAMAN, BBPOM di Mataram berharap edukasi mengenai keamanan obat dan makanan dapat menjangkau lebih banyak keluarga hingga tingkat komunitas. Sinergi antara BBPOM, Kemendukbangga/BKKBN, dan perguruan tinggi juga diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat sehingga risiko penggunaan produk yang tidak memenuhi ketentuan dapat diminimalkan.

Program ini menjadi salah satu langkah preventif yang terus diperkuat BBPOM di Mataram dalam menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan di era digital yang semakin kompleks. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan keluarga di NTB dapat lebih cerdas dalam memilih produk yang aman, bermutu, dan sesuai ketentuan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.