BBPOM di Mataram dan BNNP NTB Perkuat Sinergi Cegah Penyalahgunaan Obat Tertentu

oleh -130 Dilihat
IMG 20260604 WA0018
Kepala BBPOM di Mataram Yogi Abaso Mataram beserta jajarannya saat bertemu dengan Kepala BNNP NTB Marjuki. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Mataram – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memperkuat kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam upaya pencegahan dan pengawasan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Koordinasi yang digelar kedua instansi tersebut difokuskan pada penguatan sinergi melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta pertukaran data dan informasi terkait tren penyalahgunaan OOT yang berkembang di masyarakat.

Dalam pertemuan itu, BBPOM Mataram dan BNNP NTB membahas sejumlah strategi pencegahan yang dapat dilakukan secara terpadu, di antaranya sosialisasi dan edukasi kepada pelajar, mahasiswa, komunitas, serta kelompok masyarakat yang rentan terpapar penyalahgunaan obat.

Selain itu, kedua lembaga juga bertukar informasi mengenai pola peredaran dan penyalahgunaan OOT sebagai dasar penyusunan langkah pengawasan dan intervensi yang lebih efektif. Peluang pelaksanaan operasi bersama untuk pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat yang disalahgunakan juga menjadi salah satu agenda pembahasan.

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso Mataram mengatakan, penyalahgunaan obat-obatan tertentu seperti tramadol, triheksifenidil, dan dekstrometorfan masih menjadi perhatian karena masih ditemukan di sejumlah wilayah di NTB.

“Penyalahgunaan obat-obatan tertentu masih menjadi ancaman yang perlu diwaspadai bersama. Karena itu, penguatan edukasi kepada masyarakat dan pengawasan peredaran obat harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Yogi.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, Marjuki, mengapresiasi inisiatif koordinasi yang dilakukan BBPOM Mataram. Ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat, termasuk menyikapi isu peredaran rokok elektrik yang diduga mengandung narkotika.

“Pencegahan penyalahgunaan obat tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara BNN, BBPOM, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif,” kata Marjuki.

Menurutnya, kolaborasi melalui kegiatan edukasi, pengawasan peredaran obat, pertukaran data dan informasi, serta pelaksanaan kegiatan bersama akan memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan obat di daerah.

“Kolaborasi melalui edukasi, pertukaran informasi, dan pengawasan terpadu menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu,” tambahnya.

Melalui kerja sama tersebut, BBPOM Mataram dan BNNP NTB berharap pengawasan terhadap peredaran obat semakin efektif serta mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan OOT, khususnya di kalangan generasi muda di Nusa Tenggara Barat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.