KabarBaik.co, Gresik – Sekitar 320 warga dari tiga desa di Kecamatan Bungah, Gresik mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang digelar PT Bungah Industrial Park (BIP), Senin (16/3). Warga yang hadir berasal dari Desa Bungah, Melirang, dan Masangan yang merupakan wilayah ring satu perusahaan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimcam Bungah, anggota DPRD Gresik, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Suasana berlangsung hangat dengan rangkaian acara mulai dari buka puasa bersama, santunan anak yatim piatu hingga pembagian parsel Lebaran kepada warga.
Menariknya, pihak perusahaan juga menyembelih satu ekor sapi berukuran besar yang kemudian dimasak dan disajikan untuk hidangan berbuka bersama masyarakat.
Project Manager PT Bungah Industrial Park Antonius Teguh Wisnu, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dengan warga sekitar sekaligus memperkenalkan BIP yang baru mulai beraktivitas sejak pertengahan 2025,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran kawasan industri tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, perusahaan berkomitmen memprioritaskan warga sekitar untuk bekerja di kawasan industri tersebut. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan membuka ribuan lapangan pekerjaan.
“Kehadiran BIP salah satunya harus bermanfaat bagi warga sekitar. Kami berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk bekerja di sini. Dan saya tegaskan rekrutmen BIP gratis, tidak dipungut biaya apapun,” tegas Teguh.
Sementara itu, Kepala Desa Melirang Muwaffaq mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh perusahaan. Ia berharap kehadiran kawasan industri baru tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
Sebagai informasi, kawasan industri yang dikembangkan PT Bungah Industrial Park berdiri di atas lahan sekitar 346 hektare yang mencakup tiga desa di Kecamatan Bungah, yakni Bungah, Masangan, dan Melirang.
Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat industri otomotif yang mendukung ekosistem kendaraan listrik. Selain itu, kawasan tersebut juga diarahkan untuk sektor mineral dan kimia, dengan penjajakan kerja sama yang menyasar perusahaan nasional maupun perusahaan global.
Saat ini, proyek tersebut terus berjalan. Yakni masih tahap perataan tanah sebelum nantinya akan dipakai berdiri bangunan-bangunan pabrik besar.(*)






