Buruh Kepung PT Indomarco Jombang, Tuntut Hak Lembur dan Tolak Union Busting

oleh -173 Dilihat
Ratusan buruh FSPMI padati depan PT Indomarco Prismatama Jombang, suarakan tuntutan hak pekerja. (teguh)
Ratusan buruh FSPMI padati depan PT Indomarco Prismatama Jombang, suarakan tuntutan hak pekerja. (teguh)

KabarBaik.co, Jombang – Ratusan buruh yang tergabung dalam Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi demonstrasi di depan PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang, Selasa (26/5).

Massa mengepung area perusahaan yang berada di Jalan Peterongan, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Dengan membawa bendera organisasi, pengeras suara, dan spanduk tuntutan, massa terus berorasi sejak pagi di depan gerbang perusahaan yang tertutup rapat dan dijaga aparat kepolisian.

Koordinator lapangan aksi, Hasan Bisri, mengatakan demonstrasi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran hak pekerja, terutama terkait pembayaran lembur saat hari libur nasional.

“Daerah lain sudah ada penyelesaian lewat perundingan. Tapi di Jombang justru buntu. Karena itu kami turun langsung untuk memperjuangkan hak teman-teman pekerja,” kata Hasan kepada wartawan di lokasi aksi.

Menurut Hasan, pekerja tetap diwajibkan masuk saat hari libur nasional, namun hanya menerima upah seperti hari kerja biasa tanpa tambahan lembur.

Ia menilai kondisi tersebut tidak adil lantaran pekerja telah memenuhi jam kerja normal selama sepekan.

“Kami hanya meminta hak pekerja diberikan sesuai aturan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Selain menuntut pembayaran lembur, massa aksi juga memprotes dugaan intimidasi terhadap pekerja, praktik union busting atau pelemahan serikat pekerja, hingga dugaan PHK berkedok pengunduran diri.

Sorotan juga diarahkan pada kondisi para sopir distribusi perusahaan. Massa menilai driver dibebani target pengiriman yang tinggi sehingga bekerja dalam tekanan.

“Teman-teman driver dituntut tepat waktu mengirim barang. Tapi ketika terjadi masalah di perjalanan, justru sopir diminta mengganti kerugian sepenuhnya,” ungkap Hasan.

Massa aksi mengaku kecewa karena hasil mediasi sebelumnya bersama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang dinilai tidak pernah dijalankan secara nyata oleh perusahaan.

Sekitar 170 peserta aksi dari Mojokerto dan internal pekerja Indomaret Jombang terlibat dalam demonstrasi tersebut. Dukungan juga datang dari buruh Surabaya, Sidoarjo, Gresik hingga Jember.

Buruh bahkan mendirikan tenda perjuangan di depan area perusahaan dan mengancam akan bertahan apabila tuntutan tidak dipenuhi.

“Kami sudah siap bertahan. Kalau hari ini selesai kami pulang. Tapi kalau perusahaan tetap tidak mau mendengar, kami akan menginap di sini sampai ada kejelasan,” tegasnya.

Sementara itu, awak media mencoba meminta konfirmasi kepada pihak PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang. Namun hingga siang hari belum ada keterangan resmi dari perusahaan.

Dari balik pagar yang tertutup rapat, sejumlah petugas keamanan terlihat berjaga di area pabrik bersama aparat kepolisian.

Hingga Selasa siang, proses mediasi antara perwakilan pekerja dan manajemen perusahaan masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.