KabarBaik.co, Sidoarjo – Jejak kebesaran Kerajaan Majapahit masih tersisa di wilayah Sidoarjo. Salah satu peninggalannya adalah Candi Dermo yang berada di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu.
Candi tersebut diyakini dibangun pada masa Adipati Terung sekitar tahun 1353 Masehi. Bangunan ini disebut sebagai gapura atau pintu gerbang masuk Kadipaten Keterungan atau kawasan suci Majapahit. Namun, hingga kini lokasi pusat kawasan suci yang dimaksud belum berhasil ditemukan.
Penjaga situs, Ghozali, mengungkapkan bahwa upaya pelestarian telah dilakukan beberapa kali.
“Pernah dilakukan konservasi beberapa kali untuk mencari dugaan adanya sumuran,” ujarnya saat ditemui di lokasi candi, Minggu (1/3).
Ghozali menjelaskan pengamatan dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya struktur lain di sekitar bangunan, sekaligus memetakan bentuk arsitektur yang tersisa. Hal itu dilakukan karena sejumlah bagian candi sempat mengalami kerusakan dan terlihat mulai keropos.
Menurut Ghozali, hingga saat ini Candi Dermo masih digunakan masyarakat untuk kegiatan ritual tertentu. Meski menjadi tempat yang disakralkan, situs tersebut juga terbuka untuk umum dan ramai dikunjungi.
“Tujuannya rata-rata sebagai tempat edukasi sejarah. Karena pengunjung kebanyakan dari kalangan pelajar,” tuturnya.
Setiap hari, rata-rata sekitar 200 orang datang ke lokasi ini. Selain menikmati suasana situs bersejarah, pengunjung juga dapat melihat sejumlah batu yang menyerupai pahatan relief di sekitar area candi, yang semakin menguatkan nilai sejarah peninggalan era Majapahit tersebut. (*)






