KabarBaik.co, Jakarta – Parade Imlek Nusantara 2026 sukses digelar di Lapangan Banteng, Jakarta. Parade ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Festival Imlek Nasional yang berlangsung sejak 22 Februari hingga 1 Maret 2026 sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman di Indonesia.
Parade Imlek Nusantara yang bertepatan dengan bulan Ramadan mencerminkan nilai persatuan dan inklusivitas bangsa melalui kolaborasi lintas _hexahelix_ yang melibatkan pemerintah, komunitas, sektor swasta, tokoh agama, dan masyarakat.

“Indonesia adalah negara yang paling inklusif karena keberagaman tidak hanya kita ucapkan, tetapi kita buktikan dan kita rasakan setiap hari. Perayaan Imlek ini bukan milik satu kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat Indonesia, tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan ras,” ujar Wamen Ekraf Irene saat melepas Parade Imlek Nusantara 2026.
Parade Imlek Nusantara menampilkan arak-arakan budaya yang memadukan tradisi Tionghoa dan Nusantara, mulai dari polisi berkuda dan polisi wanita, mobil hias dan art troupe, naga liong dan barongsai, drum band, Koko Cici Jakarta, Bedug Yudha Asri, pertunjukan wushu dan pencak silat, jaran kepang, hingga ondel-ondel.
Parade diawali dengan _long march_ dari kawasan Gereja Katedral Jakarta menuju Lapangan Banteng dan dibuka secara simbolis melalui pukulan bedug oleh perwakilan lintas unsur. Berbagai daerah, termasuk Pontianak, Surakarta, Medan, dan Semarang berpartisipasi aktif sebagai peserta parade, menampilkan pertunjukan seni Tionghoa yang dikolaborasikan dengan budaya lokal Nusantara sepanjang jalur parade.

Pemilihan kawasan parade yang berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi simbol kuat harmoni dan toleransi, sekaligus penegasan bahwa keberagaman merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa di Indonesia.
Festival Imlek Nasional juga menjadi salah satu bukti pentingnya ruang-ruang kebudayaan sebagai sarana edukasi publik untuk memahami sejarah kebhinekaan dan kontribusi lintas budaya dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Identitas bangsa Indonesia dibentuk bersama melalui proses panjang akulturasi. Banyak unsur budaya yang kita kenal hari ini lahir dari perjumpaan berbagai budaya, termasuk kontribusi masyarakat Tionghoa dalam sejarah, bahasa, kuliner, hingga perjuangan kebangsaan.

Melalui Parade Imlek Nusantara 2026, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjadikan perayaan budaya tidak hanya sebagai ruang pemersatu dan penguatan nilai kebhinekaan, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kolaborasi, gotong royong, dan keberagaman.
Beberapa pejabat dan tokoh penting ikut menyaksikan Parade Imlek Nusantara 2026 seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.






