Catat! Ini Keutamaan dan Amalan Mulia di Bulan Rajab Menurut Gus Baha dan KH Sholeh Darat

oleh -4979 Dilihat
GUS BAHA
KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (Repro (NU Online)

KabarBaik.co- Bulan Rajab 1446 H telah datang. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Rajab 1446 H jatuh pada Rabu (1/1). Bertepatan awal Tahun Baru 1 Januari 2025.

Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Rajab menjadi salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Selain Rajab, tiga bulan mulia lainnya adalah Ramadan, Zulqadah, Zulhijah, dan Muharam. Keempat bulan itu disebut juga sebagai “bulan haram”. Sebab, umat Islam dilarang untuk berperang pada bulan-bulan tersebut.

Dilansir dari NU Online, keistimewaan Rajab juga disebutkan oleh Allah SWT dalam Alquran. Tepatnya, di surat At-Taubah Ayat 36. Yang artinya: ’’Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.”

Ayat tersebut menekankan bahwa larangan melakukan dosa atau maksiat menjadi lebih ditekankan pada bulan-bulan haram tersebut. KH Muhammad Sholeh Darat as-Samarani, dalam kitab Lathaif at-Thaharah wa Asrar ash-Shalah, secara khusus membahas keutamaan bulan Rajab dalam bagian “Bab Fadhilah Rajab” pada halaman 83-88.

Dalam bab tersebut, KH Sholeh Darat menjelaskan keistimewaan bulan Rajab dengan merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW. Berikut amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Rajab dalam kitab Lathaif at-Thaharah wa Asrar ash-Shalah:

Membaca Tasbih

Ada anjuran untuk membaca tasbih harian selama bulan Rajab sebanyak 100 kali setiap hari. Dengan metode pembacaan sebagai berikut:

  • Sepuluh hari pertama (1-10 Rajab): سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ (Subhanal hayyil qayyum)
  • Sepuluh hari kedua (11-20 Rajab): سُبْحَانَ اللهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ (Subhaanallaahil ahadish-shamad)
  • Sepuluh hari terakhir (21-30 Rajab): سُبْحَانَ الرَّؤُوْفِ (Subhaanar rauuf)

KH Sholeh Darat menjelaskan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa setiap hari dari sepuluh awal bulan Rajab membaca: Subhanal hayyil qayum 100 kali, dan sepuluh kedua: Subhaanal ahadish shomad 100 kali, dan sepuluh ketiga: Subhanar ra’uf 100 kali, maka orang yang mensifati tidak bisa mensifati pahala yang akan diberikan kepada orang tersebut.”

Puasa Sunnah

Berpuasa merupakan salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Rajab dan memiliki banyak keutamaan jika dilakukan. KH Sholeh Darat dalam kitabnya menjelaskan bahwa keutamaan berpuasa di bulan Rajab dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Puasa 1 hari: Puasa sehari di bulan Rajab murni karena Allah SWT tanpa niat lainnya, maka akan mendapat ridha Allah dan kelak ia ditempatkan di surga Firdaus.
  • Puasa 2 hari: Mendapatkan kelipatan dua kali hitungan semua gunung di dunia. Puasa 3 hari: Mendapat pahala berupa penghalang neraka.
  • Puasa 4 hari: Mendapat pahala berupa diselamatkan dari segala bala’ dan dari junun (hilangnya akal), judzam (penyakit kusta atau lepra), barash (albino) serta diselamatkan dari fitnah Dajjal.
  • Puasa 5 hari: Mendapat pahala berupa diselamatkan dari siksa kubur.
  • Puasa 6 hari: Kelak wajahnya akan bersinar saat keluar dari kubur diibaratkan seperti sinar rembulan tanggal empat belas.
  • Puasa 7 hari: Ditutupnya tujuh pintu neraka.
  • Puasa 8 hari: Dibuka delapan pintu surga untuknya,
  • Puasa 9 hari: Bangun dari kubur dengan mengucapkan kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ dan dimasukkan ke surga.
  • Puasa 10 hari: Melewati shirath al-mustaqim seperti kilat, tanpa dihisab.
  • Puasa 11 hari: Tidak akan mendapat tandingan pahala kecuali orang yang sama menjalankan puasa (11 hari).
  • Puasa 12 hari: Mendapat pengakuan sebagai hamba yang mulia dibandingkan dunia dan seisinya.

Memperbanyak Membaca Istighfar

Para ulama menganjurkan memperbanyak memohon ampunan kepada Allah SWT di bulan Rajab ini dengan bacaan istighfar. KH Sholeh Darat menyebutkan amalan istighfar yang perlu dibaca sebanyak 70 kali setiap pagi dan sore hari di bulan Rajab agar terbebas dari api neraka.

Anjuran membaca istighfar itu ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya, “Barangsiapa pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan di antara waktu Duhur dan Asar ia membaca: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَايَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَانَفْعًا وَلَامَوْتًا وَلَاحَيَاةً وَلَانُشُوْرًا. Maka Allah SWT memerintahkan malaikat untuk membakar buku tulisan (catatan amal) buruknya orang tersebut.”

Allah SWT juga menegaskan bahwa setiap malam bulan Rajab itu malam di bulannya Allah, hamba yang mengikuti adalah hamba-Nya, rahmat itu juga milik Allah, termasuk fadhal (kemuliaan) itu berada dalam kekuasaan Allah. Dan Allah akan memberikan ampunan pada hamba-Nya yang selalu memohon ampun pada bulan ini (Rajab).

 Puasa Tanggal 27 Rajab

Dalam sebuah hadis dijelaskan, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari kedua puluh tujuh bulan Rajab dan mengeluarkan sedekah, maka Allah SWT akan mencatatnya pahala puasa dengan seribu kebaikan dan memerdekakan seribu budak.”

Menghidupkan Malam Jumat Pertama Bulan Rajab

KH Sholeh Darat juga menjelaskan mengenai sebuah malam mulia di dalam bulan Rajab yang disebut sebagai lailatul raghaib (لَيْلَةُ رَغَائِبِ ). Keterangan ini diambil dari hadis, “Janganlah kalian lalai pada awal Jumat di bulan Rajab, maka malamnya disebut lailatul raghaib ketika berada di sepertiga malam. Saat itu para malaikat tujuh langit dan tujuh bumi semuanya berkumpul di sekeliling Kakbah dengan disaksikan oleh Allah. Saat melihat peristiwa itu, Allah menyampaikan bahwa apa yang diminta malaikat akan dikabulkan, dan malaikat memohon kepada Allah agar mengampuni hamba-Nya yang berpuasa Rajab, maka Allah SWT mengabulkan permintaannya tersebut dan mengampuni hamba-Nya.”

Ahli Tafsir dan Alquran asal Rembang KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dalam salah satu materi ngajinya juga menyebut kemuliaan Rajab. Dia menjelaskan, pada bulan Rajab pintu-pintu rahmat Allah terbuka lebar. Hal itu sebagaimana terdapat dalam surat At-Taubah. “Saya bersaksi di Bulan Rajab itu banyak pintu rahmat dibuka, ada pintu-pintu gelombang yang membuat kalian mudah sampai ke Allah. Kalian harus ada di gelombang itu,” kata Gus Baha dilansir dari kanal YouTube Kalam Kajian Islam.

Allah mengkhususkan penyebutan bulan-bulan haram (dimuliakan) ini, serta melarang berbuat zalim di dalamnya. Hal ini kata Gus Baha juga berlaku bagi bulan-bulan yang lain dalam Islam. Gus Baha juga menjelaskan orang yang berada dalam bulan Rajab kesehariannya berperilaku baik, maka Insya Allah tergolong orang baik. “Jadi lakukan persiapan mulai Dzulqadah sebelum masuk Ramadan. Itu kesempatanmu mendekat kepada Allah SWT,” jelas Gus Baha.

Gus Baha menegaskan keutamaan Rajab yang paling jelas adalah karena bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram, selain Zulqadah, Zulhijah, dan Muharam. Di bulan-bulan haram, Allah SWT akan melipatgandakan pahala orang yang menjalankan amal saleh. Namun juga sekaligus juga akan melipatgandakan balasan yang lebih besar bagi yang maksiat atau berbuat dosa.

Gus Baha juga menjelaskan bahwa di bulan Rajab merupakan waktu puasa sunnah yang paling baik. “Dhawuhe Mbah Moen, puasa sing paling apik iku mulai tanggal 1 sampai 10 Rajab, lan iki ono ilmune. (Menurut KH Maimoen Zubair, puasa yang paling baik itu dimulai tanggal 1 sampai 10 Rajab, dan ini ada ilmunya/dalilnya. Red)” ujarnya.

Tetapi, lanjut Gus Baha, apabila tidak sanggup melaksanakan puasa sunnah Rajab selama sepuluh hari (dari tanggal 1-10 Rajab), cukup dengan melaksanakan dua hari puasa di tanggal 1 dan 10 Rajab saja. Ini seperti halnya yang dilakukan oleh Mbah Moen. Sebab, pada tanggal 10 tersebut merupakan peristiwa berkumpulnya Abdullah dan Aminah (orang tua Rasulullah SAW), serta merupakan cikal bakal turunnya Nur Baginda Nabi Muhammad SAW hingga beliau lahir.

Di dalam bulan Rajab, peristiwa yang sangat istimewa lainnya yakni Isra Mikraj. “Ini mempertimbangkan dua peristiwa istimewa, yaitu Isra Mikraj dan berkumpulnya Abdullah dan Aminah orang tua Rasulullah Muhammad SAW,” tutur Gus Baha. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.