Cerita Detik-Detik Gempa Dahsyat di Bawean, Histeris Bersahutan dengan Suara Azan

Editor: Hardy
oleh -1456 Dilihat
Warga di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, memilih tinggal di luar rumah setelah terjadi gempa dahsyat pada Jumat (22/3) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

KabarBaik.co- Baru kali ini warga di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jatim, merasakan gempa dahsyat. Demikian juga tingkat kerusakannya. Di dua kecamatan, Tambak dan Sangkapura, cukup banyak jumlah rumah yang ambruk. Tidak bisa ditempati lagi. Dinding-dinding rumah retak, jauh lebih banyak lagi.

‘’Sebelumnya pernah juga terjadi gempa. Tapi, tidak sekuat seperti sekarang. Seumur-umur baru kali ini,’’ ujar Abdul Hayyi, kepala Desa Sokaoneng, Kecamatan Tambak, dihubungi Jumat (22/3) malam.

Dia pun bercerita kronologi gempa bumi yang terjadi di wilayahnya. Kali pertama, warga merasakan gempa sebelum salat Jumat, sekitar pukul 11.22 WIB. Namun, getarannya tidak cukup kuat. Belum ada rumah terdampak. Warga masih relatif tenang. Setelah itu, warga pun mendapat informasi dari BMKG Bawean kemungkinan terjadi gempa susulan.

Ini Doa dan Anjuran Islam ketika Terjadi Gempa Bumi

Sejak itu, memang warga merasakan beberapa kali gempa susulan. Warga makin waspada. Terus memantau informasi dan perkembangan. Lalu, muncul kembali kabar dari BMKG bahwa akan ada kemungkinan gempa susulan terjadi pukul 15.00 WIB. Masyarakat pun bersiap. Memilih berada di luar rumah. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga:  Sambut Tahun Baru 2024, IKAPETE Gresik Utara Gelar Istighosah Mbah Hasyim dan Haul ke-14 Gus Dur

Ditunggu hingga lebih pukul 15.00 WIB, gempa itu belum terjadi. Akhirnya, banyak warga memilih kembali masuk ke rumah. Eh, tidak berselang lama, ternyata sekitar pukul 15.30 WIB, gempa terjadi. Bahkan, goncangannya jauh lebih dahsyat dibandingkan gempa-gempa sebelumnya. Penduduk sekampung pun spontan semburat. Berlarian keluar rumah.

Terikan histeris bercampur ucapan takbir, istighfar, tasbih, saling bersahutan. Memecah desa yang biasanya hening. ‘’Saya berada di jalan depan rumah, merasakan jalan itu seperti bergelombang. Bahkan, goyang-goyang mau jatuh. Ada warga yang azan, berteriak laa haula walaa quwata illah billah…’’ ceritanya.

Pulau Bawean Porak Poranda Diguncang Gempa Tuban, Pemkab Gresik Segera Kirim Bantuan

Beberapa warga pun hanya bisa termangu menyaksikan rumahnya bergoyang, sejumlah rumah roboh, hingga dinding retak diiringi suara-suara bergelegaran. Gemerincing genting-genting jatuh. ‘’Listrik tidak mati. Cuaca juga tidak hujan, cerah. Kalau hujan atau mendung, wah nggak tahu lagi. Mungkin tingkat kepanikan dan trauma warga malah semakin kuat,’’ paparnya.

Baca juga:  Kultur NU Kuat, Laskar Santri AMIN Yakin Anies - Muhaimin Menang 60 Persen di Gresik

Abdul belum tuntas mendata seberapa parah kerusakan rumah-rumah di kampungnya. Sebab, sejak gempa terdahsyat itu terjadi, warga masih berada di luar rumah. Banyak juga yang mengungsi ke kawasan perbukitan.

Dari data sementara, setidaknya ada dua unit rumah yang roboh. Yang retak dinding, hampir semua dengan tingkat kerusakan beragam. Termasuk rumah miliknya. Kondisinya juga cukup parah. ‘’Saya belum mengetahui di desa-desa lain. Tapi, dari informasi yang saya terima, desa-desa lain di Kecamatan Tambak, juga banyak yang terdampak,’’ katanya.

Hingga berita ini ditulis, sekitar puku; 22.00 WIB, warga memilih berada di luar rumah atau mengungsi di tempat yang dirasa aman. Sebab, warga mendengar informasi dari BMKG, masih ada potensi gempa susulan. Karena bulan Ramadan, tidak sedikit warga yang tetap tadarus di pengungsian luar rumah.

Baca juga:  Binrohtal Rutin, Polres Gresik Kuatkan Karakter dan Moralitas Anggota

‘’Tentu kami sangat trauma. Terutama ibu-ibu dan anak-anak. Mohon doanya, semoga semua diberikan kekuatan dan keselamatan,’’ pungkasnya.

Mengapa Indonesia Sering Gempa Bumi? Ini Kejadian Terparah dalam 10 Tahun Terakhir

Bawean adalah pulau di Laut Jawa, sekitar 135 kilometer sebelah utara Kota Gresik. Pulau ini terdiri atas dua kecamatan, yaitu Sangkapura dan Tambak. Jumlah penduduknya sekitar 107.000 jiwa. Selama ini, bencana hidrometeorologi kerap terjadi di pulau tersebut. Banjir dan longsor kerap menimpa ketika musim hujan.

Pulau Bawean juga menyimpan eksotika dan kekayaan alam yang terbilang luar biasa. Bahkan, sejumlah kalangan menyebut sebagai surga tersembunyi di Indonesia.  Menjadi jujjukan para wisatawan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.