KabarBaik.co – Kejadian nyeleneh dialami petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi (Damkarmat), Rabu (5/2). Mendapat laporan saat tengah malam untuk melakukan proses evakuasi ular, tim Damkarmat justru dibuat terbahak-bahak.
Saat dievakuasi bukan ular yang dijumpai, tapi sebuah kain serbet bermotif yang kondisinya lusuh terselip dibalik lemari.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto mengatakan pihaknya mendapat laporan pukul 22.54 WIB dari warga bernama Satrio, yang tinggal di Kelurahan Pakis, Banyuwangi.
Saat itu warga melapor dengan nada ketakutan bahwa di rumahnya terdapat ular yang diketahui bersembunyi di dalam lemari. Dia meminta bantuan Damkarmat untuk menangkap ular itu.
“Sekitar pukul 23.02 WIB Tim Rescue Damkarmat segera bergerak menuju ke lokasi. Sebanyak empat personil rescue terdiri atas lima personel dari Tim Rescue regu brama 1 kami berangkatkan,” kata Salam, Kamis (6/2).
Damkarmat datang dengan peralatan lengkap berupa sarung tangan safety, senter, tongkat pengait, penjepit ular dan mobil rescue.
Salam menjelaskan setiba di lokasi petugas menggeledah lemari yang berada di dapur yang dikabarkan jadi tempat persembunyian ular. Satu per satu barang dikeluarkan.
Tapi setelah semua barang itu keluar, ular yang dimaksud juga tak nampak. Mata petugas tertuju pada sebuah lubang kecil di bawah lemari. Disana terlihat sebuah benda tergulung bermotif dan lusuh.
Setelah diangkat ternyata bukan ular, tapi kain serbet bermotif. Begitu kami keluarkan, benda kain serbet itu lalu dilihatkan ke pemilik rumah,” terangnya.
Setelahnya pun baik petugas maupun pemilik rumah sama-sama tertawa setelah mengetahui benda yang semula dikira ular itu adalah serbet.
Kejadian unik dan menarik seperti evakuasi kain serbet bukanlah hal yang pertama dialami petugas Damkar Banyuwangi. Salam memastikan, petugas Damkar Banyuwangi akan selalu sigap membantu warga jika dibutuhkan.
“Kami bersiaga 24 jam penuh untuk menerima laporan jika sewaktu-waktu adanya laporan kebakaran maupun penyelamatan dari warga,” ujarnya.(*)







