KabarBaik.co, Nganjuk – Setiap malam mulai pukul 19.00 WIB, sosok Hajjah Ninik Mujiati dengan penampilan selalu memakai hijab dan baju sar’i akan muncul di gerainya di Jalan Veteran, Kelurahan Ganung Kidul, Kota Nganjuk, Jawa Timur.
Single Mom yang merupakan warga Jalan Brantas No.10, Kelurahan Werungotok, Kota Nganjuk ini tanpa kenal lelah bekerja keras mengolah dan melayani pembeli dengan cekatan, meskipun telah menjalankan bisnis ini selama 14 tahun.
“Sejak buka gerai STMJ ini, saya sudah sendiri,” ungkapnya, Minggu (1/2) malam saat berbincang dengan Kabarbaik.co
Nikmatnya rasa, dan khasiat yang nyata dari STMJ varian ITB membuat gerai ini tak pernah sepi pembeli, tidak perlu menunggu lama, hanya dalam dua sampai tiga jam, seluruh persediaan STMJ akan ludes terjual, buah dari kerja keras yang tak pernah padam itu, membawanya berhasil menunaikan ibadah haji sampai 3 kali serta umrah 7 kali. “Boleh ya, ibadah disampaikan ke media,” tuturnya.
Statusnya sebagai ibu tunggal tak pernah membuatnya menyerah. Sebaliknya, itu menjadi pemicu terbesar untuk bekerja lebih keras dan menunjukkan bahwa seorang single mom bisa meraih impian besar melalui usaha yang dijalankan dengan penuh kesungguhan.
Sebelum memulai bisnis STMJ pada tahun 2012 silam, ia pernah belajar ilmu sinshe atau pengobatan Tionghoa di Jombang, pengalaman yang memberinya pemahaman mendalam tentang ramuan alami dan membuatnya menguasai resep istimewa ma’jun yang berasal dari akar akaran.
“Semua ramuan kami ini tanpa bahan kimia. Ramuan ma’jun istimewanya merupakan resep dari akar akaran yang saya pelajari dengan saksama selama belajar ilmu sinshe di Jombang,” ungkapnya saat berbincang dengan KabarBaik.co.
Setiap campuran, katanya, dibuat dengan hati-hati, bukan hanya untuk memberikan rasa nikmat. “Tapi juga mengharapkan manfaat baik bagi pembeli,” ujarnya sambil menyiapkan porsi STMJ untuk pembeli yang datang berderet di gerainya di Jalan Veteran Kota Nganjuk.
Pujian datang dari berbagai kalangan pembeli. Bagus Jati Kusumo, warga Tanjung Green Regency, mengaku sangat suka dengan STMJ Bu Hajjah Ninik.
“STMJ-nya punya kasiat menambah stamina, bisa buat ITB atau isi tenaga baru setelah bekerja seharian. Rasanya juga sangat nikmat,” ucapnya dengan senyum.
Pengakuan serupa disampaikan, Sofyan Hanafi yang berkantor di Kota Nganjuk mengaku sering membeli STMJ dari Hajjah Ninik.
“Saya sering beli setelah pulang kerja. Dibadan terasa enak dan rasanya plong banget, tidak heran kalau selalu cepat habis,” ungkapnya.
Dengan kerja keras, Hajjah Ninik yang saat ini berusia 47 tahun, berhasil menghimpun dengan cermat, setiap tetes keringat menjadi bukti perjuangan yang tak mengenal lelah.
Sebelum fokus pada bisnis STMJ, ia juga telah menjalankan usaha pembesaran ikan patin dan gurami sejak tahun 2004 di kolam seluas 18×40 meter.
“Alhamdulillah, selain STMJ, saya juga memiliki usaha lain, pembesaran ikan patin dan gurami,” jelasnya.
Kesuksesannya tidak berhenti di situ. Bahkan di masa pandemi Covid-19 yang menyulitkan banyak orang, Hajjah Ninik tetap bisa menjaga bisnisnya dan bahkan berhasil membuka kos-kosan.
“Saat Covid kemarin, gerai ini buka hanya dua jam sudah habis, dan Alhamdulillah hasilnya, bisa untuk membangun kos kosan,” tuturnya.
Hajjah Ninik juga menyampaikan, di tahun 2024, ia juga berhasil membeli dua kavling rumah yang kemudian digabung menjadi satu di Nganjuk. Selain itu, ia juga membuka usaha travel haji dan umrah selama 4 tahun terakhir.
Kisah Hajjah Ninik membuktikan bahwa status hidup bukanlah penghalang untuk meraih impian besar. Sebagai seorang single mom yang juga menguasai ilmu pengobatan tradisional dan berjualan dengan tekun.
Ia menunjukkan bahwa setiap pengetahuan dan usaha yang kita tanamkan akan menghasilkan buah yang manis.








