KabarBaik.co, Lombok Barat – Penjualan Cilok Ngangak di rumah produksi milik Sumaidi di Dusun Kapek Bawak, Gunung Sari, Lombok Barat, mengalami peningkatan signifikan saat Ramadan. Jika biasanya produksi mencapai 5 ton per hari, kini meningkat menjadi 6 ton per hari.
Lonjakan produksi ini dipicu meningkatnya permintaan dari pelanggan di berbagai wilayah di Pulau Lombok, mulai dari Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah hingga Lombok Timur.
Sumaidi menuturkan peningkatan permintaan menjelang dan saat puasa sudah menjadi tren tahunan sejak dirinya menggeluti usaha tersebut delapan tahun lalu.
“Biasanya memang seperti ini kalau mau masuk puasa. Selain karena Ramadan, kami juga akan libur produksi dua hari, jadi pelanggan beli lebih banyak untuk stok,” ujarnya.
Menurutnya, banyak pelanggan yang membeli dalam jumlah besar untuk disimpan di lemari pendingin sebagai persediaan.
“Pelanggan kami biasanya beli banyak disimpan di freezer karena kita libur produksi dua hari ke depan dan juga persiapan masuk bulan puasa,” kata Sumaidi.
Ia memperkirakan selama Ramadan permintaan akan kembali meningkat karena cilok ngangak menjadi salah satu sajian praktis untuk berbuka puasa maupun dijual kembali oleh para pedagang.
“Semoga saja permintaan pelanggan nanti akan semakin tinggi saat Ramadan,” harapnya.
Tak hanya berdampak pada peningkatan produksi, usaha rumahan yang kini berkembang pesat tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini, rumah produksi Cilok Ngangak mempekerjakan hingga 90 orang karyawan yang mayoritas merupakan warga Dusun Kapek Bawak dan sekitarnya.
Dengan meningkatnya permintaan, para karyawan turut merasakan tambahan jam kerja dan peningkatan aktivitas produksi menjelang bulan suci.
Sementara itu, Rin, salah seorang pelanggan asal Ampenan, mengaku sengaja membeli lebih banyak dari biasanya karena mengetahui akan ada jeda produksi.
“Kami sengaja belanja lebih banyak untuk stok. Hari ini belanja Rp 2 juta, biasanya cuma Rp 1 juta,” ujarnya.
Ia mengaku telah lama berlangganan karena merasa cocok dengan cita rasa Cilok Ngangak produksi Sumaidi.
“Rasanya enak di sini. Pernah beli di tempat lain, tapi kurang cocok,” tambahnya.
Cilok Ngangak yang diproduksi di Dusun Kapek Bawak ini memiliki beragam varian, di antaranya Cilok Urat, Cilok Telur Puyuh, Cilok Keju, Cilok Jamur, Cilok Mercon (pedas), Cilok Tahu, Cilok Pangsit, hingga Cilok Kerikil.
Sebagian besar pelanggan merupakan pedagang dan reseller yang kembali menjual produk tersebut di berbagai daerah di Lombok. Momentum Ramadan pun menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM seperti Sumaidi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi puluhan warga sekitar. (*)






