KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus memperkuat sektor pertanian melalui inovasi berbasis kolektif. Salah satunya dengan pengembangan Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE) yang digadang menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa COOSAE merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih adil dan berpihak pada petani. Menurutnya, transformasi COOSAE sebagai korporasi rakyat berbasis kolektif menjadi jawaban atas berbagai persoalan klasik di sektor pertanian.
“COOSAE lahir dari kebutuhan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada petani sebagai produsen. Ini bukan sekadar organisasi, tetapi solusi atas persoalan klasik di sektor pertanian,” ujar Nurochman, Kamis (16/4).
Nurochman menjelaskan, selama ini petani sering berada dalam posisi lemah karena menghadapi tekanan pasar secara individual, terutama saat terjadi fluktuasi harga. Melalui pendekatan kolektif, petani diharapkan memiliki kekuatan lebih dalam menentukan harga dan mengakses pasar. “Kita ingin mengembalikan potensi pertanian melalui sistem yang lebih kuat dan terorganisir,” tegasnya.
Nurochman menekankan pentingnya tata kelola profesional dalam menjalankan COOSAE. Dengan manajemen modern, ekosistem ini diharapkan mampu mengendalikan rantai distribusi sekaligus meminimalisasi praktik tata niaga yang merugikan petani. “Semangat pemberdayaan harus diiringi tata kelola yang profesional agar petani benar-benar mandiri,” imbuhnya.
Sebagai bentuk komitmen, Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, turut bergabung sebagai anggota aktif COOSAE. Langkah ini menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani secara langsung.
Ia juga mengajak seluruh petani di Kota Batu untuk bergabung dalam COOSAE guna memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Dengan kebersamaan, ia optimistis COOSAE mampu berkembang menjadi korporasi rakyat yang kuat dan berkelanjutan. “Kami ingin petani di Kota Batu tidak lagi berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam sistem yang kuat,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Batu juga mendorong percepatan berbagai program pendukung, mulai dari penguatan infrastruktur digital hingga perluasan kemitraan bisnis guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani. (*)






