KabarBaik.co, Blitar – Jemaah haji asal Kota dan Kabupaten Blitar diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 42 derajat celsius menjelang puncak ibadah haji.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota dan Kabupaten Blitar, Purnomo mengatakan, kondisi cuaca di Makkah cukup berat bagi jemaah asal Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis. Karena itu, jemaah diminta menjaga kesehatan dan tidak memforsir tenaga sebelum rangkaian puncak haji berlangsung.
“Yang paling penting jemaah harus bisa mengatur tenaga karena puncak haji masih panjang, terutama saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujarnya, Senin (25/5).
Menurut Purnomo, jemaah juga diimbau menyiapkan perlengkapan pelindung diri untuk mengantisipasi paparan panas matahari secara langsung. Beberapa perlengkapan yang disarankan di antaranya payung, kacamata hitam, botol minum, hingga obat-obatan pribadi.
Selain itu, penggunaan krim tabir surya juga dianjurkan agar jemaah terhindar dari iritasi maupun sengatan matahari selama beraktivitas di luar ruangan. “Cuacanya sangat panas, jadi jamaah jangan sampai dehidrasi. Air minum harus selalu tersedia,” katanya.
Ia juga mengingatkan jemaah agar lebih banyak mengonsumsi air putih dan menjaga kondisi tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah. Jemaah dianjurkan membawa botol minum isi ulang yang dapat diisi air Zamzam bersuhu normal.
Purnomo berharap seluruh jemaah asal Blitar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan tetap sehat hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. (*)








