KabarBaik.co – Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Bokong dan Gunung Panderman, Kota Batu, resmi ditutup sementara mulai 18 Januari 2026. Penutupan dilakukan demi keselamatan dan keamanan pendaki menyusul kondisi cuaca buruk yang melanda kawasan pegunungan tersebut.
Penutupan jalur pendakian ini disampaikan melalui pengumuman resmi pengelola pendakian yang berkoordinasi dengan Perhutani serta instansi terkait. Selama masa penutupan, seluruh aktivitas pendakian dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ahmad Saifudin mengatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan kondisi lapangan yang dinilai tidak aman untuk aktivitas pendakian.
“Hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, serta potensi longsor di sejumlah titik rawan menjadi faktor utama penilaian risiko. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk melindungi keselamatan jiwa para pendaki,” ujar Ahmad Saifudin, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, pengelola akan melakukan evaluasi kondisi jalur pendakian secara berkala. Pembukaan kembali hanya akan dilakukan setelah cuaca dinyatakan stabil dan aman berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
Selain itu, pengelola pendakian mengimbau masyarakat dan calon pendaki untuk mematuhi kebijakan penutupan serta tidak melakukan pendakian secara ilegal selama masa penutupan berlangsung. Aktivitas ilegal dinilai berisiko tinggi dan dapat menyulitkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.
“Informasi resmi terkait perkembangan kondisi dan rencana pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Bokong dan Panderman akan kami sampaikan melalui kanal pengumuman pengelola,” tandasnya.
Atas kebijakan tersebut, pihak LMDH menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para pendaki atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dan mengutamakan keselamatan selama cuaca ekstrem masih berlangsung. (*)







