Dampak Ekonomi Global, Produsen Mie Mengeluh Bahan Baku Naik

oleh -222 Dilihat
Produsen mie rumahan.
Produsen mie rumahan.

KabarBaik.co, Pasuruan – Ekonomi global sangat berdampak dirasakan oleh para pelaku usaha kecil skala rumahan, seperti produsen mie asal Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan harus menanggung biaya produksi yang bertambah.

Dimana bahan baku jenis tepung terus merangkak naik mulai dari tepung terigu persaknya Rp 200 ribu, saat ini menjadi Rp 230 ribu, sedangkan tepung tapioka juga mengalami kenaikan berarti dari Rp 197 ribu persak, saat ini menjadi Rp 250 ribu.

Selain itu juga beberapa bahan lainnya dan plastik juga mengalami kenaikan, hal ini membuat keuntungan harus ditunda dulu untuk menggantikan biaya bahan baku.

Produsen mie Wahyu firmansyah menjelaskan, untuk tetap bertahan dalam kondisi saat ini segala bahan baku yang naik, penjualan tetap pada harga biasanya dengan per kilogram mie Rp 13 ribu.

“Saat ini memang harga bahan baku naik semuanya, keuntungan yang seharusnya cuma buat pengganti mahalnya bahan baku yang ada,” kata Wahyu saat ditemui di dapur pembuatan mie, Senin (29/6).

Siasat tidak menaikan harga mie produksinya merupakan salah satu untuk tetap bertahan, meskipun keuntungan tertunda saat ini.

“Agar pelanggan tidak pergi saya tetapkan harga tidak naik, perkilo Rp 13 ribu seperti hari biasanya,” jelasnya.

Dengan dampak perekonomian global yang sangat dirasakan oleh pelaku usaha rumahan, berharap pemerintah bisa menekan para distributor untuk menahan kenaikan harga bahan baku saat ini.

“Saat ini pelaku usaha rumahan hanya bisa harga jangan naik, soalnya kita tidak naikan harga agar pelanggan dan produsen tetap bisa berjualan,” tutup Wahyu.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.