Dampak Gempa Pacitan, KRL Palur-Yogya sempat terhenti di Maguwoharjo

oleh -155 Dilihat
Kereta api di perlintasan kereta api wilayah Daop 6 Yogyakarta. ANTARA/HO-Humas Daop 6 Yogyakarta

KabarBaik.co – Yogyakarta KA 721 yang merupakan rangkaian kereta api commuter line (KRL) yang melayani rute Palur-Yogyakarta sempat terhenti di Stasiun Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), imbas gempa bumi tektonik magnitudo (M) 5,7 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Selasa, pukul 08.20 WIB.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan penghentian sementara seluruh perjalanan kereta api sebagai prosedur keselamatan pascagempa dan seluruh perjalanan kembali berjalan normal pada pukul 08.48 WIB.

“Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa (27/1).

Feni menjelaskan tim lapangan KAI Daop 6 Yogyakarta langsung memeriksa seluruh prasarana perkeretaapian, meliputi jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintas dan jalur aman, kata dia, perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi.

Selama proses pemeriksaan tersebut, Feni menyebut sebanyak 16 perjalanan kereta api sempat berhenti sementara, termasuk KRL Yogyakarta-Palur KA 712 dan KA 721.

Sementara itu, salah seorang penumpang KRL KA 721 Intan Martha B mengaku kereta yang ditumpanginya sempat berhenti saat tiba di Stasiun Maguwoharjo.

Penghentian perjalanan tersebut disampaikan kepada penumpang melalui pengumuman menggunakan pengeras suara di dalam kereta.

“Gempa tidak terasa, tapi saya tahu dari pengumuman di kereta bahwa kereta tidak bisa jalan karena ada gempa sehingga perlu dilakukan pengecekan jalur kereta,” ujar karyawan BUMN asal Solo tersebut.

Menurut dia, kereta berhenti sekitar 25 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo M 5,5 terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan episenter di darat 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan di wilayah DIY dengan intensitas II MMI dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.