KabarBaik.co, Sidoarjo — Cuaca di wilayah daratan Jawa Timur (Jatim) pada Selasa (18/8) diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Meski secara umum kondisinya cukup bersahabat, hujan ringan masih berpeluang turun secara lokal di sejumlah wilayah.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, pagi hari cuaca Jatim diprediksi cerah dengan peluang hujan ringan. Memasuki siang hingga sore, kondisi berubah menjadi cerah berawan dan masih terdapat potensi hujan ringan secara lokal.
Pada malam hari, sebagian wilayah diprakirakan berawan dengan peluang kabut atau asap. Sementara dini hari, cuaca kembali cenderung cerah, namun masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi kabut atau asap.
Suhu udara Jatim diprakirakan berada pada kisaran 11–34 derajat Celsius, dengan kelembapan 43–100 persen. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 5–37 kilometer per jam.
Meski cuaca daratan relatif cerah, BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk periode 18–21 Agustus 2026. Kondisi ini berbeda dengan peringatan gelombang tinggi yang biasanya mencakup sejumlah wilayah perairan di laut selatan maupun utara Jawa Timur. Kali ini, peringatan dini yang ditampilkan BMKG Maritim Tanjung Perak berfokus pada perairan laut selatan Jawa Timur.
Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi nelayan dan pengguna jasa pelayaran yang beraktivitas di wilayah tersebut.
BMKG mengimbau nelayan dan pengguna jasa pelayaran mempertimbangkan kondisi angin serta tinggi gelombang sebelum melaut. Nelayan perlu waspada saat angin mencapai 15 knot dengan gelombang 1,25 meter, sedangkan kapal feri perlu memperhatikan kondisi ketika angin mencapai 21 knot dengan gelombang hingga 2,5 meter.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di daratan Jatim masih dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap membawa kewaspadaan terhadap hujan lokal. Sementara bagi warga pesisir, nelayan dan pengguna transportasi laut, peringatan gelombang tinggi di laut selatan menjadi perhatian utama, terutama selama periode 18–21 Agustus 2026.(*)








