Dari Jalanan hingga Usaha Kecil, Perempuan Menjaga Asa Keluarga

oleh -371 Dilihat
IMG 20260325 WA0009
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi (kanan). (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Air mata Triyulianti tak pernah benar-benar kering setiap kali mengingat empat anaknya yang masih kecil. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, ia harus menguatkan diri dan turun ke jalan sebagai pengemudi ojek online demi menyambung hidup.

“Setiap hari saya harus meninggalkan anak saya yang masih berusia tiga bulan,” ujar Triyulianti lirih.

Perjuangan serupa juga dijalani Novi, seorang perempuan yang bekerja sebagai pengemudi taksi. Dia menyusuri jalanan sejak Subuh hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan anak semata wayangnya. “Apa pun akan saya lakukan untuk anak saya,” katanya.

Triyulianti dan Novi merupakan potret perempuan yang memikul beban ekonomi keluarga. Mereka tidak hanya berperan sebagai ibu, tetapi juga menjadi tulang punggung keluarga di tengah penghasilan yang tidak menentu.

Dalam keterbatasan, mereka tetap berupaya menghadirkan harapan bagi keluarga. Di tengah kondisi tersebut, hadir PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang membuka akses bagi perempuan prasejahtera untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha secara berkelanjutan. Program ini memberikan pembiayaan tanpa agunan bagi perempuan prasejahtera yang ingin memulai atau mengembangkan usaha.

Selain itu, PNM juga memberikan pelatihan terkait literasi keuangan, manajemen usaha, hingga pengembangan keterampilan wirausaha. Pendampingan dilakukan secara rutin setiap minggu agar pemberdayaan berjalan efektif. Dalam pelaksanaannya, program Mekaar menggunakan sistem kelompok kecil atau tanggung renteng yang terdiri dari minimal 10 perempuan dalam satu lingkungan.

Model tersebut tidak hanya menjadi mekanisme pembiayaan, tetapi juga membangun solidaritas antaranggota. Ketika salah satu anggota mengalami kendala, anggota lain turut membantu dengan pendampingan dari ketua kelompok dan petugas lapangan.

PNM juga menjalankan skema Mekaar Syariah yang menggunakan prinsip tanpa bunga, dengan akad seperti murabahah, wakalah, dan wadiah. Meski menggunakan pendekatan syariah, pola pendampingan tetap dilakukan secara intensif.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi menyatakan, PNM telah menjadi jalan bagi jutaan perempuan Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan. “Selama 26 tahun, PNM menjalankan mandat negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera,” ujarnya, Rabu (25/3).

Sementara itu, EVP Pengembangan dan Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi. “Perempuan merupakan motor penggerak utama dalam menciptakan kemajuan ekonomi dan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, program Mekaar tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga membekali perempuan dengan pengetahuan dan pendampingan yang berkelanjutan. “Kami memastikan nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri,” jelasnya.

Hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro dan menjangkau lebih dari 60 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.