KabarBaik.co, Sidoarjo – Rumah Sakit Anwar Medika (RSAM) menyoroti pentingnya pelestarian kebudayaan Jawa, khususnya tradisi ruwah desa atau sedekah bumi, sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai historis dan sosial tinggi bagi masyarakat.
Pelestarian budaya tersebut diwujudkan dalam Ruwah Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, yang tahun ini menghadirkan gunungan tempe sebagai ikon utama dan simbol kekhasan desa agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Gunungan tempe raksasa yang dipusatkan di lapangan desa menjadi daya tarik utama acara dan berhasil menarik perhatian masyarakat, tidak hanya dari Desa Sedengan Mijen, tetapi juga dari wilayah kecamatan sekitar.
Direktur Rumah Sakit Anwar Medika, dr. Achmad Yudi Arifiyanto, hadir langsung di tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal.
“Ruwah desa merupakan budaya masyarakat Jawa yang harus terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang. Selain itu, kegiatan ini juga mampu meningkatkan silaturahmi antarwarga serta kepedulian sosial dan lingkungan,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (1/2).
Ia menambahkan gunungan tempe merupakan inovasi baru yang unik sehingga mendapatkan pengakuan dari Dinas Kepariwisataan dan berpotensi menjadi ikon budaya desa ke depan.
Menurutnya, kegiatan ruwah desa tidak hanya sarat nilai budaya, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Tidak hanya hadir secara simbolis, RS Anwar Medika juga memberikan kontribusi nyata dengan membuka posko pelayanan kesehatan di lokasi acara.
Sebanyak tujuh tenaga medis diterjunkan untuk melayani pemeriksaan kesehatan, meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
“Kami menurunkan satu dokter, dua perawat, satu petugas laboratorium, satu kasir, dua tim marketing, dan satu driver. Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung kami telah melayani 67 pasien,” pungkasnya. (*)






