KabarBaik.co, Sidoarjo– Riuh pantulan bola dan sorak dukungan penonton menggema dari ketinggian rooftop Lippo Plaza Sidoarjo, Sabtu (2/5) malam. Suasana kompetitif bercampur antusiasme terasa di rooftop tersebut, saat satu per satu tim mulai menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan yang ada di atas mal Lippo plaza.
Di tempat inilah ratusan atlet muda dari berbagai daerah berkumpul, bukan sekadar bertanding, tetapi juga membuka jalan menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi. Atmosfer pertandingan terasa hidup dengan dukungan penonton yang memadati area rooftop.
Turnamen basket Impact 3×3 Challenge 2026 resmi digelar sebagai salah satu kompetisi bergengsi di Jawa Timur. Ajang ini menjadi bukti bahwa geliat basket, khususnya di kalangan usia muda, terus tumbuh dan berkembang.
Lebih dari sekadar turnamen, kegiatan hasil kolaborasi Positive Impact Management bersama Perbasi ini menjadi sarana penjaringan atlet muda potensial. Para pemain tidak hanya diuji secara teknik, tetapi juga mental bertanding dalam atmosfer kompetitif.
Digelar dengan standar FIBA 3×3 dan mendapat pengakuan PERBASI, ajang ini mempertandingkan lima kategori usia, mulai KU-10, KU-12, KU-14, KU-16 hingga kelas umum. Format ini memberi ruang luas bagi pemain untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan potensi terbaik mereka.
Ketua Perbasi Sidoarjo, Fransiska, menyambut positif penyelenggaraan event ini sebagai sarana seleksi atlet yang efektif. Ia menilai, turnamen seperti ini menjadi jembatan penting menuju pembinaan atlet yang lebih profesional.
“Kami berkolaborasi dengan Perbasi Sidoarjo dan Perbasi Jawa Timur untuk melihat langsung atlet-atlet yang berpotensi. Karena kita menggunakan platform khusus, setiap pemain memiliki histori dan ‘raport’ statistik permainan yang bisa dipantau. Jika ada yang menonjol, pasti akan ada panggilan untuk pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, Frans Oentoro dari Basketyuk.id menekankan pentingnya transparansi data dalam turnamen ini, khususnya terkait validitas usia pemain demi menjaga sportivitas.
“Kami memastikan semua verifikasi umur dilakukan melalui Basketyuk.id, sehingga tidak ada yang bisa mencuri umur. Hingga saat ini sudah ada 84 tim yang terdaftar. Antusiasme ini sangat besar, tidak hanya dari Sidoarjo, tapi juga Surabaya, Malang, hingga Tuban karena bertepatan dengan long weekend,” ujar Frans Oentoro.
Di sisi lain, Herry Wijaya dari Positive Impact Management berharap penyelenggaraan event ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin, khususnya di Sidoarjo yang dinilai masih minim kompetisi serupa.
“Ini adalah tahun kedua kami di Lippo Plaza. Mengingat minimnya event di Sidoarjo selama ini, kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan setahun dua kali, mungkin saat libur semester. Target kami tahun ini adalah membawa event ini ke 5 hingga 6 kota lainnya di Jawa Timur agar lebih banyak atlet muda yang tersalurkan bakatnya,” tambahnya. (*)







