KabarBaik.co, Sidoarjo– Cerita urban tentang ’pocong andong’ masih hidup di tengah masyarakat Sidoarjo. Kisah ini berkembang dari mulut ke mulut, berpadu dengan tragedi Lumpur Lapindo yang hingga kini menyisakan luka mendalam bagi warga sekitar.
Pocong andong sendiri merupakan sosok hantu pocong yang sedang naik kereta kuda yang ditunggangi oleh pocong dan terbang ke langit mitos ini menjadi cerita yang sempat mencekam warga sekitar lumpur Lapindo Sidoarjo.
Konon, pocong tersebut diyakini sebagai arwah korban lumpur Lapindo yang tak tenang. Cerita itu semakin menyeramkan karena disebut-sebut muncul dengan menaiki andong, melintas di kawasan sepi saat malam hari.
Budi, 39, warga Tanggulangin, mengaku pernah mendengar kisah tersebut dan sempat merasa was-was.
“Iya, cerita itu sangat menghantui waktu itu. Ada juga yang bilang kalau rumahnya diketuk, paginya orang tersebut akan meninggal, seolah dijemput ke alam lain,” ujar Budi kepada KabarBaik.co, Sabtu (2/5).
Menurut Budi, cerita itu memiliki banyak versi. Ada yang mengaitkannya dengan praktik ilmu hitam yang dilakukan oleh salah satu warga terdampak Lapindo.
“Saya dengar dari orang-orang tua waktu di warung kopi. Katanya ada warga yang menggunakan ilmu hitam, lalu meninggal dan akhirnya gentayangan,” imbuhnya.
Namun, tidak semua warga mempercayai kisah tersebut. Nodhlor, 60, warga Porong, menilai cerita itu hanyalah mitos yang dibesar-besarkan.
“Itu semua fiksi belaka. Tidak ada kenyataannya sampai sekarang, dari awal adanya lumpur Lapindo hingga kini. Itu hanya asumsi,” tegasnya.
Cerita pocong andong mungkin hanya sebatas urban legend. Namun bagi sebagian warga, kisah ini menjadi cerminan bagaimana trauma bencana bisa menjelma menjadi narasi mistis yang terus hidup di tengah masyarakat. (*)






