KabarBaik.co, Surabaya– Gelombang desakan agar PSSI Pusat segera menyelenggarakan Kongres Pemilihan Asprov PSSI Jatim semakin kencang. Forum Silaturahmi yang mewakili Askab, Askot, dan klub sepak bola se-Jawa Timur menilai penundaan kongres saat ini telah memperkeruh stabilitas organisasi dan mengancam persiapan agenda besar, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.
Calon Ketua Umum PSSI Jatim Raja Siahaan mengungkapkan bahwa mayoritas pemangku kepentingan di daerah sangat menginginkan percepatan kongres demi mengakhiri ketidakpastian.
“Saya sepakat, semakin cepat kongres digelar semakin baik. Namun, kami tetap menghormati langkah Plt Asprov Jatim yang akan bersurat ke PSSI Pusat untuk meminta kepastian jadwal,” ujar Raja.
Raja menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Plt Ketua PSSI Jatim, Khairul Anwar, beberapa hari lalu, telah disepakati bahwa surat resmi akan dikirim ke Jakarta pada 5 Mei 2026. Berdasarkan statuta, PSSI Pusat memiliki waktu 14 hari untuk merespons, yang nantinya akan menentukan langkah Raja selanjutnya.
Ancaman Boikot dan Serbu Jakarta
Nada lebih keras disuarakan oleh Juru Bicara Forum Silaturahmi Sepak Bola Jatim, Saiful Anwar. Ia mengkritik keras penunjukan pelaksana tugas (Plt) di berbagai daerah yang dinilai menyalahi aturan karena seharusnya menjadi wewenang Ketua Umum definitif.
“Penunjukan kepengurusan oleh Plt jelas melanggar dan membuat situasi tidak kondusif. Jika kongres tetap tidak ada kepastian, kami siap bergerak ke Jakarta. Ini serius, kami ingin kepastian,” tegas Saiful.
Ia juga memperingatkan adanya potensi boikot total pada cabang sepak bola, futsal, hingga sepak bola putri jika konflik terus berlarut.
Hal serupa ditegaskan oleh Ketua PSSI Pamekasan, Abdul Rozak. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa besar ke Kantor PSSI di Jakarta demi menuntut normalisasi organisasi.
“Kami siapkan 20 bus. Jika seluruh Askab dan Askot bergerak, massa bisa mencapai ribuan orang. Seharusnya setelah proses pencalonan selesai, kongres tinggal dilaksanakan, bukan justru memunculkan banyak Plt yang membuat pembinaan mandek,” kata Rozak.
Forum Silaturahmi memastikan akan terus mengawal proses ini hingga terbentuk kepengurusan definitif. Mereka berharap PSSI Pusat tidak menutup mata demi menyelamatkan masa depan sepak bola di Jawa Timur. (*)






