KabarBaik.co, Surabaya– PSSI berjanji akan mempercepat pelaksanaan kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) di berbagai daerah. Langkah ini diambil untuk segera mengisi kekosongan kursi kepengurusan definitif di tingkat provinsi yang saat ini banyak dipimpin oleh Plt.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menjelaskan bahwa berdasarkan surat edaran tahun 2025, PSSI berencana melakukan penyetaraan masa periode kepengurusan di seluruh Indonesia.
“Jadi disetarakan satu tahun bersamaan seluruh Indonesia. PSSI provinsi berlaku masa periode awal,” ujar Yunus saat ditemui usai melakoni laga persahabatan dengan wartawan di Surabaya, Minggu (19/4).
Terkait jadwal pasti, Yunus menyebut pihaknya masih menunggu keputusan rapat Komite Eksekutif (Exco). Namun, ia memberi sinyal kuat bahwa agenda besar tersebut bisa terlaksana dalam waktu dekat.
“Bisa saja tahun ini, sebelum Kongres PSSI 2027,” imbuhnya.
Nasib Calon Tunggal di Jawa Timur
Khusus untuk Jawa Timur, kursi kepemimpinan saat ini masih dijabat oleh Plt Kairul Anwar. Sebelum kongres sempat tertunda, nama Raja Siahaan telah muncul sebagai calon tunggal yang mendaftar. Yunus menegaskan bahwa status pencalonan tersebut tetap sah sejauh memenuhi regulasi.
“Itu kita kembalikan kepada Plt. Bila memenuhi persyaratan dan sesuai dengan aturan yang berlaku, dipersilakan (untuk diteruskan),” tutur pria asal Sulawesi tersebut.
Ahmad Riyadh Pastikan Tak Maju Lagi
Satu hal yang menarik perhatian adalah kepastian mengenai masa depan Ahmad Riyadh. Setelah memimpin Asprov PSSI Jatim selama dua periode, Riyadh dipastikan tidak akan kembali menduduki jabatan ketua untuk periode 2026-2030.
Yunus mengungkapkan, meski secara regulasi Riyadh masih diperbolehkan maju hingga tiga periode, yang bersangkutan memilih untuk tidak mendaftar. Yunus mengaku telah mengonfirmasi langsung hal ini kepada Riyadh.
“Tapi Pak Riyadh tidak mendaftar ya kemarin. Beliau sendiri sudah menyatakan tidak ingin menjabat kembali. Jadi, periode selanjutnya dipastikan akan dipimpin sosok baru,” tegas Yunus.
Menepis Sentimen Sosok Asing
Menanggapi isu penunjukan Kairul Anwar sebagai Plt yang dianggap “asing” oleh publik sepak bola Jawa Timur, Yunus meminta masyarakat tidak melihat latar belakang asal-usul, melainkan kapabilitas. Ia mencontohkan fenomena serupa terjadi di NTB dan Sulawesi Selatan.
“Di NTB juga asing, di Sulsel pun dipimpin orang Jakarta. Kita tidak melihat orang baru atau tidak, tapi memiliki kapabilitas atau tidak. Tugas Plt adalah menyiapkan kongres dan memastikan program kerja di provinsi tetap berjalan,” pungkasnya. (*)






