KabarBaik.co, Jember – Lanjutan kompetisi Liga 4 Nasional Grup P yang mempertemukan Persid Jember melawan Persemay Maybrat berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan skuad Macan Raung. Laga sengit ini digelar di Stadion Jember Sport Garden (JSG) pada Rabu (3/6) sore.
Kemenangan tipis ini menjadi hasil krusial yang mengokohkan posisi Persid Jember di puncak klasemen sementara Grup P dengan raihan 6 poin, hasil dari dua kemenangan beruntun.
Gol semata wayang Macan Raung dicetak oleh Farrel pada menit ke-42. Memanfaatkan umpan silang akurat dari Eka, Farrel berhasil mengonversinya menjadi gol penentu kemenangan.
Pelatih Persid Jember Nurul Huda, mengakui bahwa laga kedua Liga 4 Nasional ini berjalan sangat intens karena kedua tim sama-sama memburu poin penuh.
“Pertandingan memang intens sejak babak pertama. Di babak kedua kami sempat tertekan, meskipun lawan sebenarnya hanya bermain dengan 10 orang,” ujar Nurul Huda seusai laga.
Mantan pelatih Deltras Sidoarjo tersebut menilai mentalitas anak asuhnya sempat menurun pada paruh kedua akibat permainan keras yang diperagakan Persemay Maybrat, ditambah kepemimpinan wasit yang dinilai kurang jeli.
“Pada babak pertama, wasit masih bisa melindungi pemain karena permainan keras langsung dihentikan. Namun di babak kedua, saat tensi meninggi, beberapa keputusan wasit kurang tepat sehingga mental anak-anak sempat drop,” imbuhnya.
Meski menang, ia mencatat sejumlah evaluasi yang harus segera dibenahi menjelang laga berikutnya.
“Masih ada beberapa kekurangan, mulai dari peluang emas yang gagal dimaksimalkan hingga karakter individu pemain yang belum keluar sepenuhnya. Ini pasti jadi bahan evaluasi kami,” jelasnya.
Mengingat jadwal kompetisi yang padat, ia juga mengisyaratkan akan melakukan rotasi pemain di pertandingan selanjutnya demi menyiasati faktor kelelahan.
“Tadi banyak pemain yang bertumbangan karena jadwal laga sangat padat. Kami akan lakukan rotasi, termasuk kemungkinan memasang kembali dua pemain inti yang saat ini masih dalam tahap pemulihan (recovery),” tegas Nurul.
Di kubu lawan, Manajer Persemay Maybrat, Steven Marten, melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai kurang tegas. Ia berharap atmosfer fair play bisa lebih ditegakkan.
“Kami merasa dirugikan dan kecewa. Seharusnya wasit bisa memimpin dengan adil selama 90 menit penuh. Namun, kami tetap bersyukur karena peluang untuk merebut satu tiket ke babak selanjutnya masih terbuka,” ungkap Steven.
Ia menambahkan, Persemay sebenarnya tampil menekan dan menciptakan banyak peluang di babak kedua, namun gagal berbuah gol akibat penyelesaian akhir yang kurang klinis.
“Peluang kami banyak, tapi tampaknya Dewi Fortuna belum berpihak hari ini. Kami tetap optimis bisa meraih poin penuh saat menghadapi Golden FC Merauke di laga terakhir,” tutupnya.
Pertandingan yang berjalan dengan tensi tinggi dan menjurus kasar ini memaksa wasit mengeluarkan total 9 kartu kuning dan 1 kartu merah.(*)






