Unggahan Erick Thohir 6 Jam Jelang Laga Maut Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U-17

oleh -532 Dilihat
erick thohir
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir

KabarBaik.co, Sidoarjo- Timnas Indonesia U-17 akan menjalani laga “hidup-mati” lawan Vietnam U-17 di GOR Delta, Sidoarjo, malam ini (19/4), pukul 19.30 WIB  Duel ini begitu krusial bagi nasib Garuda Muda untuk dapat lolos ke semifinal Piala AFF U-17.

Anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto itu bukan hanya tertuntut sekadar menang. Namun, wajib menang besar dengan selisih gol setidaknya empat. Sebuah tantangan yang bukan hanya tidak mudah. Tapi, sebagian orang menyebutnya hampir mustahil. Sebab, lawannya adalah Vietnam. Mereka datang dengan impresif bahkan mengerikan, 14 gol dalam dua laga di grup A.

Jika pun menang atas Vietnam, nasib Indonesia masih bergantung dengan lags lain antara Malaysia dengan Timor-Leste di waktu bersamaan, yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Gresik. Kalau Malaysia menang besar  dan Indonesia hanya menang tipis atas Vietnam, maka pupuslah mimpi ke semifinal Piala AFF U-17.

Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Timnas U-17 itu nanti merupakan sebuah tragedi olahraga nasional. Sebab, hal itu menjadi cerminan kegagalan federasi dalam regenerasi, menyiapkan wajah masa depan timnas senor. Alih-alih mimpi di panggung dunia, tingkat Asia Tenggara saja terbukti hingga kini masih kedodoran.

“Buat apa berbangga di timnas senior dengan polesan naturalisasi, sementara sistem pembibitan lokal masih terseok-seok? Idealnya, berjalan berseiring.” Demikian banyak kritik itu mengemuks.

Publik bola tanah air pun menoleh ke Erick Thohir, ketua umum PSSI, sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI. Jika skuad Merah Putih malam ini lolos ke semifinal Piala AFF U-17, maka ruang media sosial dan ruang publik sementara amsn dari tagar #ETout.

20260419 154859

Yang pasti, 6 jam sebelum laga hidup-mati tersebut berlangsung, Erick Thohir menuliskan sebuah narasi penting dan menarik, melalui akun X resmi milkknya pada Minggu (19/4), pukul 13.20, dengan disertai ilustrasi gambar skuad Timnas dan tulisan PSSI. Berikut tulisan narasi itu;

Membangun sepak bola Indonesia bukanlah karya individu, melainkan hasil kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya masyarakat Indonesia.

Kerja keras dalam membangun sepakbola ini tidak hanya untuk generasi hari ini, tetapi untuk keberlanjutan di masa depan.

Terima kasih kepada para Ketua Umum PSSI dan kepengurusan dari masa ke masa yang telah meletakkan fondasi sepak bola Indonesia:

  • Bapak Soeratin Sosrosoegondo (1930 – 1940)
  • Bapak Artono Martosoewignyo (1941 – 1949)
  • Bapak Maladi (1950 – 1959)
  • Bapak Abdul Wahab Djojohadikoesoemo (1960 – 1964)
  • Bapak Maulwi Saelan (1964 – 1967)
  • Bapak Kosasih Poerwanegara (1967 – 1974)
  • Bapak Bardosono (1975 – 1977)
  • Bapak Ali Sadikin (1977 – 1981)
  • Bapak Sjarnoebi Said (1982 – 1983)
  • Bapak Kardono (1983 – 1991)
  • Bapak Azwar Anas 1991 – 1999
  • Bapak Agum Gumelar (1999 – 2003)
  • Bapak Nurdin Halid (2003 – 2011)
  • Bapak Djohar Arifin Husin (2011 – 2015)
  • Bapak La Nyalla Mattalitti (2015 – 2016)
  • Bapak Edy Rahmayadi (2016 – Januari 2019)
  • Bapak Joko Driyono (Januari – Maret 2019)
  • Bapak Iwan Budianto (Maret – November 2019)
  • Bapak Mochamad Iriawan (November 2019 -Februari 2023)

Kini tugas kita melanjutkan, memperkuat fondasi dengan satu tujuan yang sama. Sepak bola Indonesia harus tumbuh dengan fondasi kuat, sistem yang sehat, dan mimpi yang besar.

Karena mimpi itu hidup dalam keseharian, dalam latihan, dalam perjuangan, dalam keyakinan dan mimpi itu layak diperjuangkan.

Untuk Merah Putih, demi Sang Garuda 🇮🇩

Apakah unggahan tersebut ada kaitannya dengan laga Indonesia vs Vietnam?  Entahlah. Kita tunggu saja tuah GOR Delta Sidoarjo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.