Dari Sepatu Safety ke Block Devils: Kisah Gino Sirci, Lawan Super Berat Bhayangkara Presisi

oleh -65 Dilihat
GINO SIRCI
Gino Sirxi, (foto Ist)

KabarBaik.co, Jakarta- Saat ribuan fans Perugia berbondong-bondong menyambut para pemain Sir Sicoma Monini di Piazza IV Novembre dengan sorak-sorai setelah merebut gelar CEV Champions League kedua secara berturut-turut, satu sosok berdiri di tengah keramaian dengan senyum lebar dan mata berkaca-kaca. Itulah Gino Sirci, presiden dan pemilik klub yang kini menjadi raksasa voli dunia dari Benua Eropa.

Bagi banyak orang, kemenangan 3-0 atas Aluron CMC Warta Zawiercie di final Torino hanyalah trofi lain. Bagi Sirci, itu adalah puncak dari perjalanan panjang yang dimulai dari mimpi sederhana di sebuah kota kecil di Umbria, sekaligus langkah menuju tantangan global baru di akhir tahun ini.

Lahir sebagai pengusaha, Sirci mendirikan Sir Safety System pada 1979. Perusahaan yang bergerak di bidang peralatan keselamatan kerja itu tumbuh menjadi bisnis solid. Namun, takdir volinya dimulai pada 2001 ketika anaknya beralih dari basket ke voli. Sirci pun mengambil alih sebuah klub kecil di Bastia Umbra yang saat itu bermain di Serie C.

“Mulai dari nol,” kata Sirci dalam berbagai kesempatan kepada media setempat. Dalam waktu kurang dari 11 tahun, klub naik kelas hingga promosi ke SuperLega pada 2012. Perjalanan itu bukan sebatas promosi biasa, melainkan proyek visioner seorang imprenditore Italia sejati yang menggabungkan semangat bisnis dengan passion olahraga.

Kini, Sir Safety Perugia — atau Sir Sicoma Monini — bukan lagi tim underdog. Musim 2025/2026 mereka menyapu bersih: Scudetto ketiga, Champions League back-to-back tanpa kehilangan satu set pun di Final Four, serta status juara dunia klub yang sudah tiga kali diraih. Julukan Block Devils bukan lagi sekadar nama, melainkan identitas tim yang ditakuti lawan-lawannya di seluruh Eropa.

Kesuksesan Eropa tersebut membawa Perugia kembali otomatis lolos ke FIVB Volleyball Men’s Club World Championship 2026 pada Desember nanti sebagai juara bertahan dan wakil CEV. Di sana, mereka akan bertemu dari wakil zona lain, termasuk Jakarta Bhayangkara Presisi, wakil Asia, yang baru saja mencetak sejarah dengan menjadi juara AVC Men’s Champions League 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat, 13-17 Mei lalu.

Bhayangkara mengalahkan Foolad Sirjan Iranian 3-1 di final dan menjadi tim Indonesia pertama yang merebut gelar Asia serta lolos ke panggung dunia.

Bagi Gino Sirci dan Block Devils, ajang seperti itu merupakan kesempatan untuk mempertahankan dominasi dunia sekaligus menghadapi cerita inspiratif dari Asia. Bhayangkara, didukung suporter tuan rumah di Pontianak, kini siap “mendunia” melawan raksasa seperti Perugia.

Yang membedakan Gino Sirci dari banyak pemilik klub adalah keterlibatannya yang sangat personal. Dia dikenal sangat vokal, emosional, dan selalu hadir di pinggir lapangan. Sorakannya “Da Lisbona a Vladivostok, Perugia regna!” (Dari Lisbon hingga Vladivostok, Perugia berkuasa!) sudah menjadi viral di kalangan fans voli Italia.

Sirci bukan tipe pemilik yang hanya menyuntik dana lalu menunggu hasil. Dia membangun loyalitas tinggi di dalam tim. Pelatih Angelo Lorenzetti, kapten Simone Giannelli, libero legendaris Massimo Colaci, hingga direktur olahraga Goran Vujević — banyak nama kunci yang bertahan lama karena merasakan “keluarga” di Perugia.

Kedalaman skuad yang luar biasa, rotasi pemain bintang seperti Wassim Ben Tara, Oleh Plotnytskyi, Kamil Semeniuk, dan lainnya, adalah hasil kerja tangan Sirci dalam perekrutan.

Di balik kesuksesan gemilang ini, Sirci tetap melekat dengan akar Umbria-nya. Kota Perugia yang kaya sejarah Etruscan dan universitas tuanya kini memiliki kebanggaan baru di dunia olahraga. PalaBarton yang “hanya” berkapasitas sekitar 5.000 kursi kerap menjadi neraka bagi lawan berkat dukungan fans yang fanatik — salah satu suporter terbaik di dunia voli menurut banyak pengamat.

Kesuksesan Sirci juga melampaui lapangan. Dia pernah dianugerahi gelar Cavaliere della Repubblica atas kontribusinya di bidang bisnis dan olahraga. Bagi wilayah Umbria yang relatif kecil, kehadiran Perugia di puncak voli Eropa adalah cerita sukses yang menginspirasi,  dan kini siap bersinar di panggung dunia melawan tim-tim seperti Bhayangkara Presisi.

Di usia yang sudah tidak muda lagi, Gino Sirci tetap membawa semangat yang sama seperti saat memulai dari Serie C. Baginya, voli bukan sekadar bisnis atau hobi, melainkan proyek hidup yang telah mengubah nama kecilnya menjadi sinonim dengan dominasi di dunia voli klub.

Saat ini, Block Devils sedang berada di era keemasan. Dan selama Gino Sirci masih memimpin dari kursi presiden, Perugia sepertinya belum akan berhenti “berkuasa”. Baik di Eropa maupun di hadapan wakil-wakil terbaik dunia Desember mendatang. Menarik ditunggu volimania. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.