KabarBaik.co – Sebuah video berdurasi 24 detik yang memperlihatkan kericuhan antar ibu-ibu di depan rumah warga viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui dipicu oleh dugaan penipuan investasi bodong yang terjadi di Kelurahan Pabean, Sedati, Sidoarjo.
Keributan itu diketahui terjadi pada Sabtu (13/12) malamsaat sejumlah korban investasi mendatangi rumah terduga pelaku berinisial FA. Para korban menuntut kejelasan terkait dana yang telah mereka setorkan, namun upaya tersebut justru berujung ricuh.
Salah satu korban, Inge Anggunia, mengatakan kedatangan mereka dilakukan dengan itikad baik. Ia bersama korban lain hanya ingin meminta pertanggungjawaban atas uang investasi yang tak kunjung dikembalikan.
“Kami datang baik-baik ke rumah FA. Tujuan kami hanya meminta kejelasan dan tanggung jawab atas uang yang sudah kami setorkan,” ujar Inge, Selasa (16/12).
Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons positif. Adu argumen terjadi hingga berujung dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu dari FA.
“Dia tiba-tiba marah, menjambak rambut saya, memukul pakai paralon kecil sampai pecah, dan sempat terjadi dorong-dorongan,” ungkap Inge.
Inge menjelaskan dirinya tertarik mengikuti investasi tersebut karena ditawarkan atas nama perusahaan atau PT. Skema itu diklaim diputar di beberapa perusahaan, sehingga membuat para korban percaya.
“Awalnya katanya investasi ini atas nama PT. Tapi ternyata uangnya tidak masuk ke PT, malah diputar sendiri oleh FA. Informasinya, dana itu juga disetorkan ke pihak lain,” katanya.
Ia mengaku mulai bergabung pada akhir November 2025 dan menyetorkan dana sebesar Rp 1,1 juta. Korban dijanjikan keuntungan Rp 16 ribu per Rp 100 ribu dalam jangka waktu enam hari.
“Saya setor tanggal 26 November. Dijanjikan balik dalam enam hari, tapi sampai sekarang uangnya tidak kembali,” ucapnya.
Kecurigaan korban semakin kuat setelah melihat gaya hidup mewah yang kerap ditampilkan oleh FA di media sosial. Inge menduga dana tersebut berasal dari uang para korban.
“Saya curiga uang kami dipakai foya-foya. Korbannya bukan hanya saya, tapi masih banyak lagi yang nilainya sampai ratusan juta rupiah,” tambahnya.
Atas kejadian tersebut, Inge bersama korban lain berencana melaporkan dugaan penipuan investasi bodong sekaligus dugaan penganiayaan ke pihak kepolisian. Mereka berharap aparat segera mengamankan terduga pelaku agar kasus ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)









