Demi Istri dan 2 Anak Sembuh, Pria Sidoarjo Nyaris Jual Rumah hingga Dibantu Ipda Purnomo

oleh -134 Dilihat
Dua warga Sidoarjo saat diantar ke pondok rehabilitasi milik Ipda Purnomo. (Foto: Ist)
Dua warga Sidoarjo saat diantar ke pondok rehabilitasi milik Ipda Purnomo. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Kisah pilu datang dari keluarga Nuryanto, 57, warga Dusun Kersan, Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Selama bertahun-tahun, ia harus menjadi tulang punggung sekaligus merawat istri dan dua anaknya yang mengalami gangguan kesehatan mental.

Nuryanto bekerja sebagai sopir dengan penghasilan yang tidak menentu. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap berusaha mencari pengobatan terbaik untuk Maria Ulfa, istrinya, serta dua putranya, Sulton, 33, dan Rifa’i, 30.

Perjalanan pengobatan keluarganya bukan perkara singkat. Sulton bahkan tercatat sembilan kali keluar masuk RSJ Menur. Sementara Rifa’i dua kali menjalani perawatan di RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Malang. Keduanya juga sempat mendapatkan penanganan di Liponsos Sidoarjo.

Namun, kesembuhan yang diharapkan tak kunjung datang. Setelah pulang, kondisi mereka sempat membaik sebelum kembali kambuh. Situasi itu membuat Nuryanto harus terus mencari jalan agar keluarganya bisa mendapatkan perawatan.

“Kalau di rumah sakit jiwa belum sembuh, masih setengah-setengah lah, sudah dikembalikan ke keluarga. Tapi wajib minum obat selama lima tahun,” ujar Nuryanto, Rabu (11/8).

Kondisi keluarga semakin berat ketika Maria Ulfa juga mengalami gangguan kesehatan mental. Padahal, sebelumnya sang istri dikenal aktif bekerja dan berkegiatan. Tekanan memikirkan kondisi anak, utang dan ekonomi keluarga disebut membuat kondisinya semakin menurun.

“Dulu istri saya banyak kegiatan. Gaul lah istilahnya. Tidak ada tanda-tanda sakit seperti ini. Karena memikirkan anaknya, utang, masalah ekonomi, dan keturunan, akhirnya drop juga,” ungkap Nuryanto.

Tak ingin menyerah, Nuryanto kembali mencari pengobatan. Dari media sosial, ia mengetahui adanya tempat rehabilitasi mental yang dikelola Ipda Purnomo atau Pak Purnomo, anggota Polres Lamongan sekaligus konten kreator.

Nuryanto kemudian membawa istri dan anak pertamanya ke tempat tersebut. Untuk dua orang, biaya perawatan bulan pertama mencapai Rp 8 juta. Ia hanya memiliki Rp 5 juta dan terpaksa meminjam Rp 3 juta kepada saudara.

“Waktu itu saya punya Rp 5 juta. Kekurangannya Rp 3 juta saya pinjam ke saudara. Satu bulan persis saya lunasi,” katanya.

Keinginan Nuryanto membawa anak keduanya untuk mendapatkan perawatan serupa kembali terbentur biaya. Dalam kondisi terdesak, muncul pikiran untuk mengorbankan satu-satunya tempat tinggal demi melihat keluarganya sembuh.

“Saya sampai kepikiran untuk jual rumah, untuk biaya berobat. Saya rela jual rumah asal keluarga saya sembuh,” ujarnya.

Kisah perjuangan Nuryanto kemudian viral setelah diunggah Pak Purnomo melalui media sosial. Dari situlah perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai datang.

Pemerintah desa, Kecamatan Wonoayu, Dinas Sosial, Baznas hingga pihak terkait kemudian bergerak mencari jalan keluar. Nuryanto tidak lagi harus menghadapi persoalan tersebut seorang diri.

Camat Wonoayu Anwar mengatakan, pemerintah sebelumnya juga telah berupaya membantu keluarga tersebut, termasuk membawa anggota keluarga Nuryanto ke Liponsos dan RSJ Menur.

“Sudah pernah dibawa ke Liponsos, sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Menur. Ketika dibawa ke Liponsos karena tidak mengalami penyembuhan yang signifikan, akhirnya anak ini lari,” jelasnya.

Setelah dilakukan koordinasi, ketiga anggota keluarga Nuryanto akhirnya dibawa kembali ke Sidoarjo untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Anwar Medika, Balongbendo.

“Bapak Bupati menyampaikan, ketika keluarga yang bersangkutan berkenan ditangani dan dibiayai pengobatannya di Sidoarjo, maka semuanya akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” kata Anwar.

Kini istri dan dua anak Nuryanto menjalani perawatan dengan menggunakan BPJS. Beban biaya pengobatan yang selama ini menghimpit perlahan mulai terangkat.

Baznas Sidoarjo juga membantu melunasi utang Rp3 juta yang sebelumnya dipinjam Nuryanto untuk membayar pengobatan keluarganya.

“Alhamdulillah pada hari ini sudah kita serahkan uang Rp 3 juta dari Baznas Kabupaten Sidoarjo,” tegas Ilhamuddin.

Bagi Nuryanto, bantuan tersebut bukan sekadar soal uang. Ia kini memiliki harapan baru agar keluarganya bisa mendapatkan perawatan hingga benar-benar pulih.

“Saya pengennya dirawat sampai benar-benar sembuh. Karena dulu di rumah sakit dibilang sembuh, tapi tidak lama kemudian kambuh lagi,” katanya.

Di balik kisah pilu itu, Nuryanto masih menyimpan satu harapan sederhana: melihat istri dan kedua anaknya kembali sehat tanpa harus kehilangan rumah yang selama ini menjadi tempat mereka berteduh.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.