KabarBaik.co- Malam di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Sabtu (20/9), mendadak berubah mencekam. Suasana tenang desa pegunungan itu pecah ketika teriakan minta tolong terdengar dari rumah Miswati. Warga pun cepat berhamburan ke lokasi suara. Tidak lama berselang, mendapati pemandangan mengerikan dan memilukan: darah berceceran di lantai, tubuh terkapar, dan jeritan histeris pecah di tengah gelap malam.
Dalang dari tragedi itu adalah AS, pria 45 tahun asal Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung. Ia tidak lain mantan suami Miswati. Diduga, amarahnya meledak setelah mengetahui sang mantan istrinya itu hendak menikah lagi. Sakit hati yang dipendam seusai perceraian empat bulan lalu seolah berubah jadi bara dendam membakar.
Sekitar pukul 19.00 WIB, AS mendatangi rumah Miswati. Ia membawa sebilah senjata tajam. Tanpa kata, pelaku langsung mengamuk membabi buta. Timi, ibu kandung Miswati yang mantan mertua itu mencoba melindungi keluarganya.
Nahas, Timi menjadi korban pertama. Sayatan di leher membuatnya tewas seketika di TKP. Empat orang anggota keluarga lainnya, Miswati, Miskun (ayah), Eky (opar), serta keponakannya Arga, ikut menjadi sasaran amuk AS. Mereka pun cepat dirujuk warga ke RSUD dr Darsono Pacitan.
Kepala Desa (Kades) Temon, Jamiatin, kepada awak media menyatakan, awalnya ada laporan pengancaman. Lalu, berkembang jadi pembacokan. ‘’Ketika saya tiba di lokasi, sudah ada dua korban tergeletak dengan luka parah,” ungkapnya.
Seusai beraksi, AS melarikan diri. Perburuan terhadap pelaku tidak mudah. Desa Temon yang berada di daerah perbukitan dengan kontur lereng terjal, tebing, dan hutan kecil membuat pencarian semakin menantang. Permukiman warganya tersebar di antara kebun dan sawah yang dipisahkan jalan setapak. Malam itu, aparat TNI/Polri bersama puluhan warga menyalakan senter, menyisir jalur-jalur curam, dan berjaga di titik-titik rawan.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung. Di tengah hawa dingin pegunungan dan sunyi desa yang biasanya damai, warga Dusun Drono kini hanya bisa berdoa agar pelarian berdarah itu segera berakhir. (*)






