Derby Panas Jakarta: 6 Fakta Menarik Pembuka Proliga 2026 Seri Malang

oleh -275 Dilihat
Tim voli putri Jakarta Pertamina Enduro yang diperkuat Megawati Hangestri.

KabarBaik.co, Malang, – Selamat datang, selamat berjumpa, para volimania Malang Raya dan warga Jawa Timur. Mulai besok (5/2), Proliga 2026 memasuki pekan ke-5. GOR Ken Arok, Malang, giliran bakal menjadi panggung panas perebutan tempat final four. Baik putra maupun putri.

Membuka seri Malang, pertarungan sengit di sektor putri antara Jakarta Pertamina Enduro dan Jakarta Electric PLN siap meledak. Bukan sekadar laga biasa. Derby Jakarta ini adalah “reverse sweep” ulangan yang bisa mengubah peta klasemen, di mana local hero Megawati Hangestri beradu tajam dengan top scorer asing Neriman Ozsoy.

Dengan Pertamina Enduro memburu gelar bertahan dan Electric PLN haus balas dendam, duel ini berpotensi jadi pertarungan 5 set epik yang menentukan siapa sejatinya raja Jakarta di Proliga Putri 2026. Rivalitas head-to-head kedua tim selalu penuh drama, seperti yang terlihat di pekan pertama musim ini.

Saat itu, Enduro tertinggal 0-2 sebelum melakukan comeback heroik 3-2 (skor set: 20-25, 22-25, 25-22, 25-17, 15-9), membuktikan julukan mereka sebagai “Comeback King”. Electric PLN, dengan momentum asingnya yang sedang naik daun, kini punya kesempatan emas untuk balas dendam. Laga-laga mereka sering berlangsung panjang, hampir 3 jam, dan selalu meninggalkan jejak viral di media sosial. Nah, apakah di Malang para volimania akan menyaksikan skenario serupa lagi?

Yang pasti, pertama, pusat perhatian tentu duel bintang di kedua tim. Yakni, Megawati Hangestri dari Enduro dengan Neriman Ozsoy dari PLN. Megawati, yang baru kembali dari liga Korea, sudah mencetak 124 poin dan jadi satu-satunya pemain lokal di top 5 skor liga. Smash-nya sering jadi pembeda di momen krusial, membuatnya digadang-gadang belum akan tergantikan sebagai “Megatron” Indonesia.

Sementara itu, Neriman Ozsoy memimpin daftar top scorer dengan 159 poin, didukung Celeste Plak yang eksplosif. Jadi, laga kali ini adalah bentrokan antara kekuatan lokal dengan legiun asing, siapa yang lebih dominan di area serang bisa jadi kunci kemenangan.

Kedua, tak kalah menarik, implikasi klasemen membuat pertaruhan semakin tinggi. Enduro kini di posisi 2 (runner-up) di bawah Gresik Phonska Plus dengan 15 poin dari 7 laga (5 menang dan kalah, termasuk hattrick kemenangan terbaru 3-0 atas Bandung BJB Tandamata), sementara PLN di posisi 3 dengan 11 poin dari performa naik-turun (4 menang dan 3 kalah, terbaru 3-0 atas Popsivo Polwan).

Kemenangan penuh 3 poin bagi PLN bisa mendekatkan mereka ke runner-up, sementara Enduro butuh menjaga jarak dari pemuncak Gresik Phonska Plus (20 poin). Karena itu, laga menjadi krusial untuk tiket final four, di mana satu kesalahan bisa merusak musim.

Para pemain Jakarta Electric PLN di Proliga 2026. (Foto IG)

Ketiga, dari sisi taktik, kedalaman skuad menjadi elemen kontras yang menarik. Enduro terbilang unggul di middle blocker (empat pilihan solid seperti Rissa Meiga) dan setter (Tisya Amallya sebagai kapten), memungkinkan rotasi panjang tanpa drop performa menjadi ideal untuk laga ketat.

Namun, Megawati dkk kadang lambat start jika receive terganggu. Sebaliknya, PLN punya kedalaman outside hitter (tujuh opsi) dan serangan variatif berkat duo asing, tapi middle blocker-nya dianggap kurang konsisten, sering bocor di quick attack lawan. Pertarungan passing dan blok akan menjadi medan perang utama.

Keempat, faktor emosional dan venue menambah bumbu menarik dalam laga ini. Meski netral di Malang, diakui atau tidak, dukungan fans Enduro diprediksi lebih besar berkat popularitas Megawati sebagai idola nasional. Atmosfer “derby Jakarta” sektor putri ini selalu jadi highlight, dengan live streaming di Moji TV yang ramai penonton dan highlight smash yang viral. Bagi PLN, ini ujian mental setelah kekalahan pekan pertama, sementara bagi Enduro menjadi kesempatan memperkuat status juara bertahan di Proliga 2025.

Di balik semua itu, kualitas dan gaya pelatih masing-masing tim juga menjadi penambah panas duel ini. Bulent Karslıoğlu (asal Turki) untuk Enduro dikenal sebagai taktisi disiplin dan fokus pada pembinaan mental juara serta pengembangan pemain muda. Setidaknya, hal itu dia tunjukkan lewat adaptasi cepat skuad baru dan apresiasi tinggi terhadap comeback serta kekompakan tim. Gaya kepelatihan Bulent menekankan sistem permainan solid, ketahanan di laga panjang, dan pembagian pengetahuan voli internasional untuk masa depan tim Indonesia.

Sementara Chamnan Dokmai (asal Thailand) di Electric PLN membawa pengalaman juara Proliga sebelumnya dengan gaya agresif, berani, dan lepas. Dokman sering memanfaatkan kekuatan pemain asing untuk serangan cepat serta variasi taktik yang membuat timnya sulit diprediksi. Dia juga pandai memotivasi skuad muda untuk bermain tanpa beban, terbukti dari kemenangan telak dan comeback mereka di laga krusial.

Duel pelatih asing ini, gaya Turki vs Thailand, bisa menjadi penentu akhir, siapa yang lebih jago membaca permainan lawan di momen-momen genting. Prediksi skor?  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Suparrdi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.