Desa Labuhan: Contoh Sukses Ketahanan Pangan Bidang Budi Daya Ikan, Perputaran Uang Capai Ratusan Miliar

oleh -384 Dilihat
KAMPUNG KERAPU
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi ketika berkunjung ke Kampung Kerapu, Desa Labuhan, beberapa waktu lalu.

KabarBaik.co- Lamongan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur sebagai daerah penghasil ikan terbanyak di Indonesia. Secara geografis, Lamongan memiliki garis pantai sepanjang 47 kilometer. Dengan demikian, maka potensi pengolahan produk perikanan di wilayah ini sangat besar.

Dilansir dari laman lamongankab.go.id, logo Lamongan Megilan juga didasarkan pada gambar ikan bandeng, ikan lele, air, bukit atau gunung, serta pantai atau laut. Semua unsur ini menggambarkan potensi Kabupaten Lamongan.

Pada 2023, jumlah industri perikanan yang beroperasi di Lamongan sebanyak 1.297 unit dan tenaga pengolah sebanyak 6.094 orang. Total produksi perikanan mencapai 92.052,89 ton. Khusus untuk produksi perikanan budi daya pada 2023, tmencapai 48.978,07 ton, dengan nilai produksi lebih dari Rp 1,3 triliun.

Pada sektor perikanan budi daya kegiatan diusahakan pada areal sekitar 24.754,58 hektare. Perinciannya, tambak seluas 932,29 hektare, sawah tambak 23.781,65 hektare, kolam 40,06 hektare, karamba jaring Apung (KJA) 0,44 hektare, dan karamba tancap 0,14 hektare.

Lahan perikanan di Lamongan tersebar di sejumlah kecamatan. Yakni, Glagah, Deket, Karangbinangun, Lamongan, Turi, Kalitengah, Karanggeneng, Brondong, dan Paciran.

Nah, di antara wilayah penyumbang ikan terbesar di Lamongan adalah Kampung Kerapu. Lokasinya di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong. Warga di Desa Labuhan memanfaatkan lahan tambak untuk membudidayakan ikan kerapu.

Aktivitas budi daya di Desa Labuhan tersebut sudah tercatat dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2022 tentang Kampung Perikanan Budidaya.

Desa Labuhan memiliki potensi sangat besar untuk perekonomian mandiri warga dari sektor maritime. Budi daya ikan kerapu itu dilakukan di lahan tambak dengan luas 400 hektare. Setiap petak tambak diisi 10 ribu benih ikan. Setiap tiga petak setara dengan 1 hektare lahan tambak.

Panen ikan kerapu dilakukan delapan bulan seusai benih ikan ditebar. Pada jangka waktu tersebut, bobot ikan kerapu mencapai 0,5 hingga 9 ons. Ukuran ikan ini sangat diminati di pasar lokal. Selama enam bulan, panen ikan kerapu di Kampung Kerapu Lamongan mencapai 869,6 ton. Setiap hari bisa panen engan rata-rata 10.000 ekor atau tujuh ton.

Kampung Kerapu itu dikelola tujuh kelompok pembudidaya. Pasanya sudah merambah ke sejumlah daerah luar kota. Di antaranya Kediri, Surabaya, dan Jakarta.

Untuk memenuhi pasar ke wilayah Kediri dan Surabaya saja, Kampung Kerapu mengirimkan sekitar 5 kuintal per hari dengan harga Rp 125.000 sampai Rp 130.000 per kilogram. Kabarnya, tingkat perputaran uang dari Kampung Kerapu itu bisa mencapai Rp 300-400 niliar per tahun.

Selain Desa Labuhan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menetapkan dua desa lain di wilayah Pantura Lamongan itu sebagai budidaya ikan tangkap. Yakni, Kelurahan Blimbing dan Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran.

Yang menarik, Pemkab Lamongan juga ikut hadir membersamai para pembudidaya ikan tersebut. Di antaranya melalui festival-festival menarik untuk menggairahkan salah satu sektor ketahanan pangan tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.