KabarBaik.co- Di pesisir utara Pulau Jawa, terutama wilayah Pekalongan, masyarakat mengenal sosok gaib yang dipercaya menjaga laut dan para nelayan. Ia dikenal dengan nama Dewi Lanjar, tokoh mitologis yang dikaitkan dengan penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.
Namun, di balik kisahnya yang misterius, Dewi Lanjar dipercaya memiliki kekuatan besar yang hingga kini masih disegani oleh masyarakat pesisir.
Makna Nama dan Asal Kepercayaan
Kata Lanjar berasal dari bahasa Jawa yang berarti perempuan muda yang menjanda. Dari sinilah nama Dewi Lanjar muncul, menggambarkan sosok perempuan yang pernah kehilangan suami, namun kemudian dipercaya memiliki kekuatan spiritual tinggi dan peran penting sebagai penjaga Laut Jawa bagian utara.
Kepercayaan terhadap Dewi Lanjar sudah dikenal turun-temurun di masyarakat pesisir Pekalongan. Ia dianggap sebagai penjaga keseimbangan laut dan daratan, serta pelindung bagi mereka yang menggantungkan hidupnya dari laut.
Simbol dan Wujud yang Dipercaya
Masyarakat menggambarkan Dewi Lanjar sebagai perempuan cantik berkulit cerah, berpakaian hijau kebiruan dengan rambut panjang terurai seperti ombak laut. Warna hijau dan biru yang melekat padanya melambangkan air, ketenangan, dan kekuatan alam.
Dalam kepercayaan setempat, sosok Dewi Lanjar sering dikaitkan dengan kemunculan di pantai utara saat senja atau bulan purnama, seolah menandakan kehadirannya untuk menjaga wilayah tersebut dari gangguan.
Makna Mistis di Balik Sosoknya
Bagi para nelayan, Dewi Lanjar bukan hanya legenda, tetapi penentu keselamatan dan rezeki. Mereka percaya bahwa perilaku dan ucapan saat berada di laut dapat memengaruhi nasib perjalanan mereka.
Nelayan yang menjaga sopan santun dan tidak mencemari laut diyakini akan mendapatkan hasil tangkapan berlimpah. Sebaliknya, bagi mereka yang berbuat sombong atau melanggar adat laut, angin kencang dan gelombang tinggi dipercaya sebagai peringatan langsung dari Dewi Lanjar.
Tradisi dan Penghormatan
Hingga kini, di beberapa wilayah Pekalongan masih dilakukan ritual larung sesaji di laut sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Lanjar. Sesaji yang dilarung biasanya berupa bunga, makanan, atau kain berwarna hijau, melambangkan rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada sang penjaga laut.
Tradisi ini menjadi simbol penghormatan manusia terhadap alam, sekaligus pengingat bahwa laut adalah sumber kehidupan yang harus dijaga keseimbangannya.
Dewi Lanjar bukan sekadar tokoh mistis dalam kepercayaan Jawa, melainkan lambang keteguhan dan kekuatan perempuan yang bangkit dari kesedihan menjadi penjaga alam.
Bagi masyarakat pesisir, setiap hembusan angin dan riak ombak di Laut Utara adalah tanda bahwa Dewi Lanjar masih setia menjaga laut dan manusia yang hidup darinya.






