Di Balik Pengumuman SNBT 2026: RIbuan Didiskualifikasi, 38 Peserta Kena Blacklist Permanen

oleh -77 Dilihat
PTN FAVORIT

KabarBaik.co, Jakarta — Pengumuman Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SNBT 2026 telah dilaksanakan serentak, Senin (25/5) sore. Di balik pengumuman itu, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 juga menyampaikan telah menjatuhkan sanksi blacklist seumur hidup bagi 38 peserta UTBK SNBT 2026. Mereka kena sanksi karena terbukti melakukan kecurangan berat.

Puluhan peserta tersebut dipastikan tidak akan bisa lagi mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana pun pada jalur penerimaan mahasiswa baru selanjutnya.

Pengumuman itu disampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Seleksi Jalur SNBT 2026 di Jakarta. Berdasarkan data resmi panitia, bentuk kecurangan berat tersebut meliputi 27 peserta yang nekat menggunakan jasa joki, di mana 7 di antaranya hadir di lokasi ujian, serta 11 peserta yang tertangkap tangan menggunakan alat elektronik yang dilarang selama ujian berlangsung.

“Sanksi tegas berupa blacklist langsung diberikan kepada mereka. Mereka tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk diterima di jalur penerimaan mahasiswa baru selanjutnya di PTN manapun,” tulis laporan resmi Panitia SNPMB 2026.

Selain kecurangan berat bermodus joki, panitia juga mendiskualifikasi ribuan peserta lainnya akibat pelanggaran administratif dan teknis. Tercatat sebanyak 1.560 peserta didiskualifikasi karena dokumen tidak lengkap atau tidak sesuai, 174 peserta gugur akibat deteksi foto otomatis, 9 peserta ketahuan mencontek, dan bahkan 1 orang teknisi ruang disanksi tegas karena kedapatan memfoto soal ujian.

Rekor Kehadiran Tertinggi dan Angka Kelulusan

Pada pelaksanaan UTBK 2026 mencatatkan rekor tingkat kedisiplinan dan kehadiran tertinggi dibanding tahun sebelumnya. Dari total 871.496 pendaftar di tahun 2026, tingkat kehadiran peserta di pusat-pusat UTBK mencapai angka luar biasa, yaitu 97,13 persen (846.518 peserta hadir), meningkat dari tahun 2025 yang berada di angka 96,41 persen.

Dari ratusan ribu peserta yang bersaing ketat memperebutkan kursi PTN itu, panitia mengumumkan total daya tampung akhir setelah perubahan adalah sebanyak 286.864 kursi. Hasilnya, sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lulus seleksi. Data itu  menujunjukkan tingkat keketatan nasional berada di angka 29,42 persen dari total pendaftar.

Di antara kabar baiknya, program inklusi pendidikan juga sebut berjalan sukses dengan meloloskan 86.118 anak bangsa dari kategori pendaftar KIP-Kuliah (33,59 persen dari total yang diterima) serta meluluskan 69 peserta dari kelompok difabel.

Pergeseran Tren Rumpun Prodi: Jurusan K3 Jadi Primadona Baru

Selain dinamika ujian, data SNBT 2026 menunjukkan terjadinya pergeseran minat yang sangat menarik di kalangan calon mahasiswa. Rumpun ilmu hukum konvensional dan kedokteran mulai diimbangi oleh tingginya minat pada program vokasi dan keselamatan kerja.

Pada kategori PTN Akademik, Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menduduki peringkat pertama sebagai prodi dengan peminat terbanyak se-Indonesia, yaitu mencapai 5.582 peminat dengan kuota diterima hanya 43 kursi.

Tren serupa juga terjadi di ranah PTN Vokasi, di mana D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menjadi prodi paling diburu dengan total 3.615 peminat.

Secara keseluruhan institusi, Universitas Indonesia (UI) masih mengukuhkan diri sebagai PTN Akademik paling favorit dengan total 100.253 peminat, disusul oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan 91.611 peminat, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di posisi ketiga dengan 84.637 peminat.

Sementara untuk tingkat pendidikan vokasi, Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) memimpin jauh di posisi teratas dengan raihan 48.483 peminat. Hanya saja, banyaknya jumlah pendaftar itu tentu juga dipengaruhi dengan jumlah prodi di PTN bersangkutan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.