KabarBaik.co- Ketika keadilan masih diperjuangkan di Banjarmasin atas tewasnya seorang mahasiswi oleh oknum polisi, tragedi serupa juga telah mengguncang Sulawesi Tenggara (Sultra). Di Kota Baubau, seorang janda muda berusia 23 tahun ditemukan tewas mengenaskan. Tanpa busana, tubuh terbakar, leher tersayat. Dan, ironisnya, terduga pelaku adalah dua prajurit TNI. Salah seorang di antaranya kekasih korban.
Informasi yang dihimpun, korban dalam tragedi tersebut adalah WK, perempuan single dengan dua anak kecil. Jasad korban ditemukan di bawah Jembatan Permandian Kogawuna, Minggu (21/12) siang, dalam kondisi yang sulit diterima akal sehat. Sudah membusuk dan sebagian tubuhnya dimakan biawak yang berkumpul di sekitar lokasi.
Kasus ini terungkap secara tak sengaja. Seorang pengendara motor berinisial MA, 42, yang berhenti untuk beristirahat di atas jembatan curiga melihat gerombolan biawak di bawahnya. Saat didekati, pemandangan mengerikan tak terelakkan. Seekor demi seekor biawak sedang mengoyak jasad seorang perempuan. Saksi lantas melaporkan ke pihak berwenang.
Tim Inafis Polres Baubau yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah barang bukti mencurigakan. Di antaranya, botol bekas berisi sisa bahan bakar minyak (BBM) dan pakaian dalam wanita yang telah terbakar. Dugaan kuat mengarah pada upaya menghilangkan jejak kejahatan.
Perkembangan kasus ini semakin mengejutkan publik setelah Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) Baubau mengamankan dua oknum anggota TNI. Yakni, Prada Y dan Prada Z, keduanya berusia 19 tahun anggota Batalyon 823/Wakaka. Kedua prajurit itu baru lulus sekolah kesatuan itu pada Juni lalu. Artinya, belum genap enam bulan bergabung dalam prajurit TNI-AD.
Kepada awak media, Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, telah mengonfirmasi bahwa Prada Y merupakan pacar korban. Hubungan keduanya telah diketahui keluarga korban. Bahkan, pada November 2024 lalu, Prada Y sempat diperkenalkan secara resmi dalam sebuah acara keluarga WK. Sementara Prada Z adalah rekan dekat Prada Y yang juga mengenal korban.
Kedua terduga pelaku itu kini sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif sejak Senin (22/12). TNI menyatakan komitmen untuk membuka proses hukum secara transparan. Komandan Brigif TP 29/Mekongga, Kolonel Inf Afriandy Bayu Laksono, menegaskan bahwa institusinya tidak akan melindungi anggotanya jika terbukti bersalah. “Apabila nanti terbukti dan ditetapkan sebagai tersangka, akan kami sampaikan dan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya kepada media.
Di balik tragedi tersebut, kisah hidup WK menyisakan luka perih dan mendalam. Kabarnya, ia dikenal aktif di media sosial dan kerap membagikan keseharian sederhana sebagai ibu dua anaknya. Tiga hari sebelum kematiannya, WK masih mengunggah foto kerang laut kesukaannya yang dibeli di Pasar Wameo, disertai caption penuh kerinduan. Minggu pagi, jasadnya ditemukan, WK sempat mengunjungi rumah orang tuanya. Tak ada yang menyangka, pertemuan itu menjadi salam perpisahan terakhir.
Dalam dua perkara pembunuhan sadis yang menyeret oknum Polri dan TNI itu ada sejumlah kesamaan. Korbannya perempuan, terduga pelaku masih berusia muda, dan motifnya sama-sama asmara. (*)







