Diabetes Tak Selalu Manis: Gejala Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai

oleh -309 Dilihat
diabates
Foto Freepik

KabarBaik.co- Diabetes sering diidentikkan dengan rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil. Namun, tahukah anda bahwa tidak semua gejala diabetes menunjukkan rasa manis? Faktanya, ada beberapa gejala tersembunyi yang perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi terkena diabetes.

Gejala Tersembunyi Diabetes:

  • Kelelahan kronis: Kadar gula darah tinggi dapat membuat tubuh merasa lelah dan kurang energi.
  • Kulit kering dan gatal: Diabetes dapat menyebabkan kulit kering, bersisik, dan gatal, terutama di area kaki dan tangan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab: Ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, gula darah menumpuk di aliran darah dan menyebabkan penurunan berat badan tanpa upaya diet atau olahraga.
  • Penglihatan kabur: Diabetes dapat merusak pembuluh darah kecil di mata, menyebabkan penglihatan kabur atau berbayang.
  • Infeksi berulang: Diabetes dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga Anda lebih rentan terhadap infeksi seperti sariawan, infeksi jamur, dan infeksi saluran kemih.
  • Mati rasa atau kesemutan di kaki: Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf di kaki, menyebabkan mati rasa, kesemutan, atau nyeri.

Siapa yang Berisiko Tinggi Terkena Diabetes?

  • Orang dengan riwayat keluarga diabetes
  • Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas
  • Orang yang tidak aktif secara fisik
  • Orang dengan tekanan darah tinggi
  • Wanita dengan riwayat diabetes gestasional
  • Orang dengan kadar kolesterol tinggi

Tips Mencegah Diabetes:

1. Menjaga Berat Badan Ideal:

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes. Oleh karena itu, penting untuk menjaga berat badan ideal dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.

2. Mengkonsumsi Makanan Bergizi Seimbang:

Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh. Kurangi konsumsi makanan olahan, daging merah, dan makanan tinggi lemak jenuh.

3. Membatasi Konsumsi Gula dan Karbohidrat Olahan:

Gula dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Oleh karena itu, penting untuk membatasi konsumsi gula dan karbohidrat olahan.

4. Melakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur:

Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.

5. Berhenti Merokok:

Merokok dapat meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi diabetes. Oleh karena itu, penting untuk berhenti merokok.

6. Mengelola Stres:

Stres dapat meningkatkan kadar gula darah. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik, seperti dengan teknik relaksasi, yoga, atau meditasi.

7. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin:

Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi diabetes sejak dini. Lakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, terutama jika Anda memiliki faktor risiko diabetes.

8. Mendapatkan Vaksin HPV:

Vaksin HPV dapat membantu mencegah kanker serviks, yang merupakan salah satu komplikasi diabetes.

9. Mengkonsumsi Obat Diabetes (Jika Diperlukan):

Jika Anda telah didiagnosis dengan diabetes, penting untuk mengkonsumsi obat diabetes sesuai dengan resep dokter.

Diabetes adalah penyakit kronis yang serius, namun dapat dikendalikan dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. Jika Anda mengalami salah satu gejala tersembunyi diabetes, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.