KabarBaik.co – Direktur Utama PT Perkebunan Nasional (PTPN) Holding III, Abdul Ghani akan menyerahkan lahan kosong milik negara untuk Pondok Pesantren At Tanwir. Lahan di Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro itu akan dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas umum masjid dan infrastruktur Pendidikan.
“Tanah aset PTPN itu arahnya bisa dimiliki oleh At Tanwir, tetapi beberapa tahapan yang aman sesuai aturan harus dilakukan dulu. Tahap pertama tanah tersebut disewakan selama 10 tahun dan bisa didirikan bangunan,” ujar Abdul Ghani, Sabtu (3/8).
Abdul Ghani saat berkunjung ke Pondok Pesantren At-Tanwir milik Nafik Sahal mendampingi Mensesneg Pratikno. Dia mengungkapkan, permintaan pengurus Pondok Pesantren At-Tanwir untuk bisa menempati lahan kosong tersebut sebelumnya sudah pernah diajukan ke PTPN pada 1990 lalu.
Kemudian, lanjut Abdul Ghani, pihak pesantren kembali mengajukan pada 2020 lalu dan dilanjutkan kembali tahun ini. “Luas lahannya ada sekitar 2,59 hektare, tepat di seberang jalan depan Pondok Pesantren At-Tanwir. Bersama BSI yang memiliki program pengembangan pendidikan berbasis pesantren kami akan membantu meratakan tanahnya,” terangnya.
Abdul Ghani bercerita, PTPN menyerahkan lahan kosong kepada pengurus Ponpes At-Tanwir setelah mendapat informasi dari Mensesneg Pratikno. Menurutnya, pihak Ponpes At-Tanwir yang berencana melakukan pengembangan infrastruktur pendidikan terkendala kondisi bangunan yang sudah padat. Sedangkan ada lahan kosong tetapi statusnya milik negara.
“Kami kemudian berdiskusi dengan BUMN dan diarahkan Pak Pratikno hingga akhirnya sampai pada keputusan lahan yang ada di seberang jalan (depan pondok) ini akan diserahkan ke Ponpes At-Tanwir,” imbuh Abduk Ghani.
Wakil Pengasuh Pondok Pesantren At-Tanwir Ahmad Rofiq Sahal merasa bersyukur karena yang cita-cita para pendahulu pondok bisa terwujud tahun ini. Pengajuan penggunaan lahan kosong di depan lingkungan ponpes itu sudah pernah diajukan para pengasuh Sahal Soleh, sekitar 1990 lalu, kemudian diajukan lagi pada sekitar 2020.
“Kami minta kepada Pak Pratikno untuk memberikan sambutan dan kami ceritakan kondisi di ponpes kami. Kemudian mendapat respons baik ini,” tandas Rofiq. Setelah mendapat lahan tersebut, pihak pondok rencananya akan membangun masjid. Sebab, masyarakat sekitar belum memiliki masjid sendiri. (*)