Dilepas ‘Tangisan Alam’, Tradisi Pedang Pora Warnai Sertijab Kapolres Pasuruan

oleh -133 Dilihat
IMG 20260115 WA0031 1
AKBP Jazuli Dani Irawan akan meninggalkan Polres Pasuruan. (Foto: Zia Ulhaq)

KabarBaik.co – Suasana haru dan penuh makna menyelimuti apel serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Pasuruan, Kamis (15/1). Prosesi peralihan kepemimpinan ini diawali dengan ritual Tradisi Pedang Pora, sebuah warisan budaya di lingkungan Polri yang penuh simbolisme, mengiringi perjalanan tugas pejabat lama dan menyambut tanggung jawab baru.

Pada hari yang bersejarah itu, AKBP Jazuli Dani Irawan secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Polres Pasuruan kepada AKPB Harto Agung Cahyono. Namun, momen yang paling menggugah justru terletak pada pidato perpisahan AKBP Jazuli.

Dengan suara bergetar penuh penghormatan, Jazuli menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh personel. “Tanpa dukungan dari rekan-rekan semua, tentunya saya tidak mungkin bisa berbuat jauh dan bisa sampai di titik sekarang ini,” ujarnya di hadapan keluarga besar Polres Pasuruan.

Puncak dramatisasi terjadi ketika Jazuli memohon maaf dengan hati yang tulus. “Saya mohon keikhlasan dari rekan semua untuk mau memaafkan, apabila saya dan keluarga ada salah kata, ada kesalahan yang tidak saya sadari,” imbuhnya membuat suasana hening.

Ia menggambarkan masa jabatannya sebagai sebuah ‘panggung sandiwara’ di mana perannya sebagai Kapolres telah berakhir. “Mudah-mudahan kita semua diberikan barokah, kesehatan, keselamatan,” harapnya sembari menitipkan doa agar Pasuruan di bawah pimpinan baru bisa lebih baik, profesional, dan dicintai masyarakat.

Prosesi selanjutnya adalah sambutan dari Kapolres baru, AKBP Harto Agung Cahyono. Di bawah rintikan hujan yang membasahi lapangan apel, Harto menyampaikan pesan penuh filosofi. “Hujan ini mungkin memberikan kode alam kepada kita semua,” katanya, mengajak seluruh personel mengantarkan seniornya dengan kehormatan terakhir yang terbaik.

Menurut Harto, hujan yang turun adalah waktu yang mustajab untuk mendoakan. “Semoga senior kami diberikan kesehatan dan sukses sampai menjadi jenderal,” ucap Harto penuh harap, sebelum menutup dengan seruan untuk menjaga kekompakan, soliditas, dan semangat kebersamaan di Polres Pasuruan.

Tradisi Pedang Pora dan apel sertijab ini tidak hanya menjadi formalitas serah terima kekuasaan, tetapi lebih merupakan sebuah ritual peralihan penuh emosi. Mengukuhkan ikatan batin antara pimpinan dan anak buah, serta meneguhkan komitmen bersama untuk melindungi dan mengabdi kepada masyarakat Pasuruan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.