KabarBaik.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan tak henti memberikan pembinaan terhadap penyandang disabilitas untuk terus berkarya. Kekurangan yang mereka rasakan tidak boleh menghambat untuk berprestasi dan berkarya.
Salah satunya dengan memfasilitasi pembuatan keset dari bahan kain perca yang diberi nama Keset Rehat. Proses pembuatan keset ini tergolong mudah. Kain perca dimasukkan ke dalam sebuah kain, selanjutnya dianyam hingga terbentuk keset dengan model persegi empat.
Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong usaha yang dilakukan disabilitas. Dia bersyukur karena penyandang disabilitas mulai kebanjiran order dari masyarakat sekitar dan perkantoran.
“Ini salah satu program Dinsos dalam meningkatkan ekonomi dengan membuat keset. Belakangan ternyata mereka kebanjiran order,” kata Kokoh, Kamis (15/1).
Pejabat yang akrab disapa Mas Kokoh ini menjamin kualitas hasil produksi Keset Rehat ini lebih kuat dibandingkan keset di pasaran. Tak heran jika harga yang ditawarkan sedikit mahal dibanding keset biasa. “Keset Rehat ini bener-bener kuat dan layak digunakan, meskipun harga per biji Rp 25 ribu. Ini dibuat dengan perasaan,” terangnya.
Ke depan agar produksi tidak kesulitan bahan baku, lanjut Mas Kokoh, Dinsos akan melakukan penjajakan kerjasama dengan perusahaan konveksi untuk kain perca. “Kita masih mencari perusahaan konveksi yang nanti bisa mendapatkan kain perca lebih murah dan harga jual akan turun,” ucapnya.
Mustain, salah seorang penyandang disabilitas tuna netra yang ikut dalam produksi keset merasa senang. Dia bisa berkarya dan hasilnya lumayan untuk menambah kebutuhan sehari-hari. “Sangat senang ada pemasukan tambahan yang biasanya hanya dari memijat, kini ada dari produksi keset bersama teman-teman,” tutup Mustain. (*)






