Unesa Cetak Rekor MURI, 150 Penyandang Disabilitas Ikut Yoga Bareng Anjasmara

oleh -362 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 21 at 3.41.10 PM
150 Penyandang Disabilitas Ikut Yoga Bareng Anjasmara di Unesa (ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Suasana Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus II Lidah Wetan tampak berbeda pada Minggu (21/6). Sekitar 3.000 peserta memadati area kampus untuk mengikuti yoga bersama dalam rangka memperingati International Yoga Day atau Hari Yoga Internasional.

Tak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menghadirkan pesan kuat tentang inklusivitas. Lebih dari 150 penyandang disabilitas turut ambil bagian dan berbaur dengan ribuan peserta lainnya dalam satu gerakan, satu semangat, dan satu tujuan untuk hidup sehat.

Kolaborasi antara Unesa, Kedutaan Besar India melalui Konsul Kehormatan India di Surabaya, serta aktor sekaligus instruktur yoga Anjasmara Prasetya itu pun berbuah manis. Unesa berhasil mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori yoga dengan peserta disabilitas terbanyak di lingkungan institusi pendidikan.

Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, mengatakan kegiatan tersebut menjadi cerminan komitmen kampus dalam membangun lingkungan yang inklusif. Menurutnya, semangat itu sejalan dengan tiga keunggulan yang selama ini dikembangkan Unesa, yakni olahraga, seni, dan disabilitas.

“Kami ingin memberikan ruang yang adil bagi semua untuk hidup sehat. Tidak ada jarak antara disabilitas dan non-disabilitas. Hari ini kita membuktikan bahwa semua bisa bergerak bersama,” ujarnya.

Dwi menambahkan seluruh peserta dapat mengikuti gerakan yoga dengan nyaman berkat panduan yang diberikan Anjasmara. Gerakan yang dipilih dinilai ramah dan dapat diikuti oleh peserta dengan berbagai kondisi.

Sebagai instruktur, Anjasmara menjelaskan rangkaian gerakan yang dibawakan telah mengacu pada protokol yoga yang ditetapkan pemerintah India. Selain aman dan mudah dilakukan, gerakan tersebut juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

“Yoga membantu meningkatkan metabolisme tubuh, memperlancar peredaran darah, meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, sekaligus membantu melepas ketegangan sehingga tubuh menjadi lebih rileks,” kata Anjasmara.

Capaian Unesa mendapat apresiasi dari perwakilan MURI, Almy Birama. Ia menyebut rekor yang tercipta tersebut menjadi yang pertama untuk kategori yoga dengan peserta disabilitas terbanyak di lingkungan institusi pendidikan.

“Ini merupakan pencapaian yang sangat baik. Kami mengapresiasi semangat Unesa yang menghadirkan olahraga inklusif dan merangkul semua kalangan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty. Ia menilai kegiatan yang berlangsung di Surabaya tersebut mengirimkan pesan penting kepada dunia bahwa yoga adalah olahraga yang dapat diikuti siapa saja tanpa memandang kondisi fisik.

“Saya yakin pesan dari Surabaya hari ini sangat penting bagi dunia, bahwa yoga juga untuk penyandang disabilitas dan dapat dinikmati oleh semua orang,” tuturnya.

Kegiatan bertema “Guiding Synchronized Gathering of Thousands Through A Unified Body-Mind Journey” itu turut dihadiri jajaran pimpinan Unesa, Duta Besar India untuk Indonesia, Konsul Kehormatan India di Surabaya, Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI), KONI Jawa Timur, Perwosi Jawa Timur, serta sejumlah mitra dan tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Unesa tak hanya memperingati Hari Yoga Internasional, tetapi juga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang yang menyatukan semua orang tanpa sekat. Di tengah ribuan peserta yang bergerak serempak, pesan tentang kesetaraan dan kebersamaan terasa lebih kuat dari sekadar sebuah rekor. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.