KabarBaik.co – Setiap tanggal 9 Juli, masyarakat dunia memperingati Hari Perlengkapan Darurat Internasional (International Emergency Kit Day). Peringatan ini menjadi pengingat penting bahwa bencana alam, kecelakaan, maupun situasi darurat dapat terjadi kapan saja, sehingga setiap keluarga perlu memiliki perlengkapan darurat yang siap digunakan.
Hari Perlengkapan Darurat Internasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi krisis. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak menyusun dan memeriksa kembali perlengkapan darurat yang dapat membantu bertahan hidup pada masa-masa awal setelah terjadi bencana.
Gagasan mengenai perlengkapan darurat sebenarnya telah muncul sejak Perang Dunia II. Saat itu, sejumlah pemerintah membagikan panduan bertahan hidup kepada warga sipil, termasuk anjuran menyiapkan tempat perlindungan dan persediaan kebutuhan pokok apabila terjadi serangan atau keadaan darurat.
Konsep tersebut terus berkembang hingga pada 1979, ketika Badan Manajemen Darurat Federal Amerika Serikat (FEMA) mulai mempromosikan 72-hour emergency kit, yakni perlengkapan yang memungkinkan sebuah keluarga bertahan secara mandiri selama sedikitnya 72 jam setelah bencana terjadi.
Seiring meningkatnya frekuensi bencana alam, pandemi, hingga krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia, kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan juga semakin menguat. Dari sinilah kemudian lahir Hari Perlengkapan Darurat Internasional yang diperingati setiap 9 Juli sebagai ajakan kepada masyarakat untuk tidak menunggu bencana datang sebelum mulai bersiap.
Perlengkapan darurat yang disarankan umumnya berisi air minum, makanan siap saji yang tahan lama, kotak P3K, obat-obatan pribadi, senter, baterai cadangan, peluit, power bank, radio, masker, pakaian ganti, uang tunai secukupnya, salinan dokumen penting, hingga perlengkapan kebersihan. Seluruh perlengkapan tersebut sebaiknya disimpan dalam tas atau wadah tahan air dan ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anggota keluarga.
Bagi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), kesiapsiagaan menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Gempa bumi, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga cuaca ekstrem merupakan ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu di berbagai daerah.
Momentum Hari Perlengkapan Darurat Internasional menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana dimulai dari rumah. Menyiapkan perlengkapan darurat, memahami jalur evakuasi, serta menyusun rencana penyelamatan keluarga merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko korban jiwa ketika bencana terjadi. (*)






