Dirut Bulog Sebut Indonesia Siap Ekspor Beras ke Malaysia 200 Ribu Ton

oleh -99 Dilihat
C4BD3FEE 078E 4ADE 9BC8 0E0C963173EE
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (ANTARA/Harianto)

KabarBaik.co, Jakarta– Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan adanya permintaan impor beras dari Malaysia dengan volume mencapai sekitar 200 ribu ton sebagai peluang ekspor baru bagi Indonesia.

Ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4), Rizal mengatakan salah satu direktur Bulog telah diminta untuk berangkat ke Malaysia guna menindaklanjuti permintaan tersebut melalui pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait di negara tujuan.

“Kemarin salah satu direktur kami juga diminta berangkat ke Malaysia karena Malaysia ada permintaan impor beras (dari Indonesia) tidak kurang dari 200 ribu ton,” kata Rizal.

Menurutnya, jumlah permintaan yang mencapai 200 ribu ton tersebut tergolong besar dan menunjukkan potensi pasar ekspor beras Indonesia yang terbuka.

Saat ini, lanjut Rizal, Bulog masih dalam tahap penjajakan untuk memastikan kesiapan pasokan serta skema kerja sama yang dapat memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak.

Dia berharap peluang ekspor ini dapat terealisasi sehingga tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengelolaan cadangan beras nasional.

“Ini cukup besar jumlahnya. Nah sekarang sedang dijajaki, mudah-mudahan bisa memberikan peluang ekspor ke negara tetangga kita,” kata Rizal.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga menyampaikan capaian penyerapan gabah petani di dalam negeri hingga 13 April 2026 telah mencapai sekitar 48,7 persen atau setara 1,9 juta ton dari target 4 juta ton setara beras.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan progres yang cukup signifikan dalam upaya memenuhi target penyerapan beras nasional yang telah ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.

Sementara itu, total stok beras Bulog hingga tanggal yang sama tercatat mencapai sekitar 4,727 juta ton yang tersimpan di berbagai gudang penyimpanan BUMN pangan tersebut.

Rizal memproyeksikan dalam waktu satu minggu hingga sepuluh hari ke depan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) berpotensi menembus angka 5 juta ton seiring percepatan penyerapan yang terus dilakukan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.