KabarBaik.co, Batu – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu menggelar sosialisasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026 bagi jenjang SMP negeri dan swasta se-Kota Batu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kota Batu, Rabu (4/2).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa TKA merupakan instrumen strategis dari Kementerian Pendidikan untuk mengukur kompetensi akademik siswa sekaligus mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran di sekolah.
“Hasil TKA ini akan menjadi parameter keberhasilan pendidikan di tingkat sekolah. Karena itu kami mendorong seluruh elemen sekolah untuk mengupayakan hasil yang seoptimal mungkin,” terang Alfi.
Menurutnya, Kota Batu memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain dalam hal dukungan pendidikan. Mulai dari infrastruktur, sarana prasarana sekolah, hingga situasi keamanan yang kondusif bagi proses belajar mengajar.
“Kita tidak punya alasan lagi untuk tidak bisa berprestasi. Di daerah lain mungkin terkendala bencana atau keterbatasan, sementara di Kota Batu dukungannya sangat kuat,” tegasnya.
Alfi juga menyoroti pentingnya faktor kesehatan siswa dalam mendukung capaian akademik. Ia menyebut, program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penopang utama peningkatan kualitas belajar siswa. “Dengan dukungan gizi yang baik, kami berharap konsentrasi dan daya serap belajar siswa semakin meningkat,” ujarnya.
Menanggapi kerinduan masyarakat terhadap sistem evaluasi pendidikan seperti EBTANAS atau Ujian Nasional, Alfi berharap TKA mampu mengembalikan mental kompetisi siswa. “Siswa tidak boleh hanya berpuas diri di level lokal. Mereka harus disiapkan untuk mampu bersaing di tingkat regional hingga internasional,” paparnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA selaras dengan visi-misi Wali Kota Batu melalui program unggulan 1.000 Sarjana, yang mengawal pendidikan sejak jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
“Pemerintah Kota Batu melalui visi Mbatu SAE mencanangkan program 1.000 Sarjana. Ini untuk merangsang anak-anak Kota Batu agar berani bercita-cita setinggi mungkin, karena pemerintah hadir memfasilitasi pendidikan sampai jenjang tinggi,” ujar Alfi.
Alfi menekankan bahwa keberhasilan TKA bukan hanya tanggung jawab siswa, melainkan hasil sinergi antara guru, orang tua, komite sekolah, dan Dinas Pendidikan. Sekolah pun diberikan kebebasan melakukan persiapan mandiri, termasuk pelaksanaan try out.
“Hasil terbaik bukan berarti mencari atau membocorkan soal. Yang terpenting adalah menyiapkan anak didik agar siap menghadapi berbagai bentuk dan modifikasi soal,” tandasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Batu akan memberikan penghargaan kepada sekolah yang berhasil meraih nilai TKA tertinggi sebagai wujud persaingan yang sehat.
Untuk diketahui, sebanyak 28 SMP negeri dan swasta di Kota Batu mengikuti TKA 2026. Pelaksanaan teknis TKA dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, dengan tiga sesi setiap hari dan masing-masing kelas diikuti 25 peserta.
Sementara itu, untuk SMP Negeri 7 Kota Batu, pelaksanaan TKA akan digabung di SMP Negeri 3 Kota Batu karena keterbatasan sarana prasarana. “Sekolah yang belum memiliki peralatan memadai akan kami fasilitasi dengan bergabung di sekolah terdekat yang sudah siap,” tegas Alfi. (*)






