Dishub Jatim Rekayasa Lalin Hadapi Lonjakan Wisata Tahun Baru di Malang–Batu

oleh -162 Dilihat
4ae57bb4 cae9 402e a8ab 53636b6f25bd
Kadishub Jatim Nyono

KabarBaik.co — Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan arus kendaraan menuju kawasan wisata Malang Raya dan Kota Batu menjelang pergantian Tahun Baru 2026.

Rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way), disiapkan sebagai langkah antisipasi jika kepadatan meningkat signifikan.

Kepala Dishub Jatim Nyono mengatakan kepadatan lalu lintas di kawasan Malang, Malang Selatan, hingga Kota Batu terpantau tinggi, terutama menjelang Natal dan diprediksi kembali meningkat pada 30–31 Desember 2025.

“Saya memang tidak tahu angka pastinya, tapi kepadatannya cukup luar biasa. Yang paling kami waspadai tanggal 30 sampai 31 Desember, karena banyak masyarakat merayakan tahun baru di kawasan wisata, terutama Malang Raya dan Batu,” ujar Nyono saat ditemui di Halaman Setda Provinsi Jawa Timur, Selasa (30/12).

Untuk mengurai kepadatan, Dishub Jatim menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah pemberlakuan one way secara situasional dan terbatas, sesuai kondisi lapangan.

“Kalau arus ke Kota Malang atau Kota Batu sudah terlalu padat, bisa kita lakukan one way. Tapi itu diskresi petugas di lapangan dan menjadi alternatif terakhir,” tegasnya.

Selain itu, pengaturan lampu lalu lintas (APILL) juga dilakukan dengan menyesuaikan durasi lampu hijau, merah, dan kuning, khususnya di jalur menuju kawasan wisata.

“Untuk arus masuk ke daerah wisata, lampu hijau kita panjangkan. Nanti saat arus balik, pengaturannya kita sesuaikan lagi agar arus keluar lebih lancar,” jelas Nyono.

Dishub Jatim juga memastikan aspek keselamatan transportasi melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check. Pemeriksaan dilakukan di terminal tipe B, pool angkutan, hingga kawasan wisata secara acak.

“Yang penting seluruh sarana transportasi laik jalan. Pengemudi juga harus cukup istirahat. Kalau lelah dan tidak bisa dikendalikan, wajib berhenti,” ujarnya.

Terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat pada Januari, Nyono mengakui kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keselamatan lalu lintas. Oleh karena itu, Dishub Jatim berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk langkah mitigasi.

“Cuaca sangat berpengaruh terhadap kecelakaan lalu lintas. Kami terus berkoordinasi untuk meminimalkan dampaknya,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.