Disnakkan Dapat ‘Amunisi’ Baru Perangi PMK di Kota Blitar

oleh -99 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 21 at 5.02.00 PM
Penyerahan disinfektaan dari BPBD Kota Blitar ke Disnakkan (Calvin BT)

‎KabarBaik.co – Upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Blitar terus diperkuat. BPBD Kabupaten Blitar menyerahkan bantuan disinfektan PMK kepada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) agar dapat segera didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.

kalaksa BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan bahwa pengalihan penyaluran melalui Disnakkan dilakukan untuk memastikan pemanfaatan disinfektan lebih efektif di lapangan. Pasalnya, Disnakkan memiliki data teknis serta pemetaan wilayah terdampak PMK.

‎“Disinfektan ini sebelumnya tersimpan di gudang BPBD. Bantuan tersebut berasal dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” jelas Wahyudi, Rabu (21/1)

‎Ia merinci bantuan yang diserahkan meliputi 896 botol hand sanitizer khusus PMK ukuran 100 mililiter serta 50 galon disinfektan PMK dengan kemasan lima liter. Seluruh bantuan tersebut diharapkan segera disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

‎Menurut Wahyudi, penyaluran melalui instansi teknis dinilai lebih tepat sasaran karena dapat disesuaikan dengan kondisi dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.

“Dengan mekanisme ini, distribusi bisa dilakukan secara terarah,” ujarnya.

‎BPBD Kabupaten Blitar berharap sinergi antarinstansi ini mampu mempercepat pengendalian PMK serta menekan potensi penyebaran penyakit pada ternak.

‎Sebagai informasi, berdasarkan data Disnakkan Kabupaten Blitar per 21 Januari 2025, tercatat 74 ekor ternak terdeteksi terjangkit PMK yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Blitar. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.